Harkopnas 2026 Koperasi Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat
- 13 Jul 2026 09:51 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya Mengelar Upacara Peringatan peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026, di lapangan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Senin 13 Juli 2026.
Upacara dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu dan diikuti jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) pemerintahan Papua Barat Daya.
Membacakan sambutan Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026 yang mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya." Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, mengajak seluruh insan koperasi memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat yang modern, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Hari Koperasi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional di tengah berbagai tantangan ekonomi.
"Koperasi harus semakin berdaya dalam memperkuat ekonomi rakyat dan mewujudkan pertumbuhan yang inklusif serta berkeadilan," kata Elisa Kambu.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, pengawas, pengelola, anggota, dan pegiat koperasi yang terus menjaga eksistensi koperasi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, semangat koperasi yang diwariskan Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta, tetap relevan hingga saat ini. Koperasi bukan hanya badan usaha, tetapi gerakan ekonomi yang berlandaskan semangat gotong royong, kekeluargaan, dan demokrasi ekonomi.
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadikan koperasi sebagai instrumen strategis pembangunan ekonomi rakyat melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Saat ini telah terbentuk lebih dari 80 ribu KDKMP di seluruh Indonesia, dengan lebih dari 1.000 koperasi telah beroperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Kehadiran koperasi tersebut diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi, memperluas akses pembiayaan, meningkatkan pemasaran produk lokal, serta mendekatkan pelayanan ekonomi kepada masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga mendorong lahirnya koperasi sektor produksi yang bergerak di berbagai bidang, seperti energi terbarukan, perikanan, pertanian, hingga hilirisasi kelapa sawit.
Koperasi juga didorong menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda melalui sektor ekonomi kreatif, digital, perfilman, pengembangan gim, startup, hingga petani milenial.
"Koperasi masa kini adalah koperasi digital yang memanfaatkan teknologi informasi, sistem pembayaran modern, kecerdasan buatan, analisis data, dan platform digital untuk memperluas pasar serta menjangkau generasi muda," ujarnya.
Pemerintah, lanjutnya, terus menyempurnakan kebijakan dan regulasi agar koperasi mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi dan teknologi serta menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya", pemerintah mengajak seluruh insan koperasi memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan profesionalisme, memperluas kolaborasi, dan menjaga semangat gotong royong sebagai modal utama membangun ekonomi kerakyatan.
Dalam kesempatan tersebut, generasi muda juga diajak untuk tidak ragu bergabung dan berkarya melalui koperasi. Pemerintah meyakini keterlibatan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap teknologi akan menjadikan koperasi Indonesia semakin modern, profesional, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Papua Barat Daya menjadi momentum memperkuat komitmen pemerintah daerah bersama gerakan koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....