Program ADEM Jadi Momentum Anak Papua Membangun Karakter dan Raih Prestasi

  • 03 Jul 2026 20:01 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu memberikan Motivasi terhadap 90 anak - anak Asli Orang Papua (OAP) yang akan mengikuti, Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan akan menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di luar daerah.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, mengatakan bahwa program ADEM, merupakan momentum yang sangat baik bagi generasi muda Papua untuk memperluas wawasan, membangun karakter, serta meningkatkan daya saing di masa depan.

"Anak-anak Papua harus percaya diri dan memiliki keyakinan bahwa mereka juga bisa bersaing dan sukses seperti anak-anak dari daerah lain di Indonesia," ujar Elisa Kambu usai memberikan pembekalan kepada peserta Program, di Rylch Panorama, Jumat 3 Juli 2026.

Ia mengingatkan para siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar tersebut dengan sebaik-baiknya karena biaya pendidikan yang diberikan pemerintah merupakan bentuk investasi negara dalam menyiapkan sumber daya manusia Papua yang unggul.

"Biaya yang dikeluarkan negara itu harus dibayar dengan prestasi. Kalau kalian belajar dengan baik dan sukses, itulah harga yang dibayar untuk menunjukkan bahwa negara tidak rugi membiayai pendidikan anak-anak Papua," katanya.

Gubernur juga berpesan kepada para peserta agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dan menghormati budaya serta kebiasaan masyarakat di daerah tempat mereka menempuh pendidikan.

"Kalian harus bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan di sana, berkomunikasi dengan orang tua asuh, para pendamping, dan teman-teman. Mereka adalah keluarga selama kalian menempuh pendidikan," ungkapnya.

Foto bersama dengan para siswa-siswi yang akan mengikuti program ADEM

Elisa Kambu menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memiliki kewajiban dalam proses perekrutan peserta, pembekalan, persiapan hingga pemberangkatan siswa Program ADEM.

Sementara pembiayaan pendidikan selama berada di daerah tujuan ditanggung oleh pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Provinsi berterima kasih kepada pemerintah pusat karena melalui kebijakan ini anak-anak Papua mendapatkan kesempatan untuk belajar di luar Papua," ujarnya.

Menurutnya, selama menempuh pendidikan di luar daerah, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga kesempatan berinteraksi dengan masyarakat yang beragam, membangun karakter, serta memperluas pengalaman hidup.

"Mereka bisa berinteraksi dengan saudara-saudara mereka di luar Papua, membangun karakter, dan mendapatkan pengalaman baru. Akses terhadap berbagai pusat informasi dan fasilitas pendidikan di sana juga lebih terbuka," katanya.

Diketahu 90 Siswa-siswi, yang akan mengikuti Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan akan menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di luar daerah, terdiri Kota Sorong 16 siswa, kabupaten Sorong 16 siswa, Raja Ampat 15 siswa, Sorong Selatan 15 siswa, Tambrauw 14 Siswa dan Maybrat 14 Siswa, dan akan menjalani Pendidikan di Provinsi Bali, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Banten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....