Peringati Hari Anak, Junita Linda Kamuru Dorong Ribuan Anak Berani Berkarya

  • 15 Agt 2026 08:16 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Aimas - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kabupaten Sorong menjadi momentum bagi Ketua TP PKK Kabupaten Sorong yang juga Ketua Dekranasda Kabupaten Sorong, Junita Linda Kamuru, untuk mendorong anak-anak berani bermimpi, belajar, dan berkarya demi meraih cita-cita.

Pesan tersebut disampaikan Junita dalam Pagelaran Kita Indonesia yang digelar dalam rangka memperingati HAN ke-42 sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia di Aimas Convention Center, Kabupaten Sorong, Jumat, 14 Agustus 2026.

Di hadapan ribuan anak-anak dan orang tua yang hadir, Junita mengatakan setiap anak memiliki kebebasan untuk menentukan cita-cita dan masa depannya. Karena itu, anak-anak tidak boleh takut untuk bermimpi dan harus berusaha mewujudkannya melalui pendidikan serta kreativitas.

“Jangan takut untuk bermimpi. Mimpi itu gratis. Kalian bebas untuk memilih, kalian bebas untuk bermimpi, mengandai cita-cita yang terbaik dengan versi kalian sendiri. Kalian adalah penerus bangsa,” ujar Junita.

Ia menekankan, cita-cita tidak cukup hanya dengan mimpi, tetapi harus diikuti dengan ketekunan dalam belajar, berkreasi dan berkarya.

Junita juga berpesan agar anak-anak selalu menghormati orang tua, guru dan orang-orang yang lebih tua. Selain itu, anak-anak didorong untuk berani berkata jujur, mengakui kesalahan dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

“Untuk menggapai cita-cita yang diinginkan, haruslah berusaha dengan tekun, belajar, berkreasi, berkarya, dan tentunya selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap sujud dan doamu,” katanya.

Menurut Junita, anak-anak merupakan bagian penting dalam pembangunan bangsa. Indonesia yang maju tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga generasi yang sehat, cerdas, percaya diri, kreatif dan memiliki rasa cinta terhadap tanah air.

“Kita ingin membangun Indonesia yang maju bukan hanya dengan membangun fisik dan ekonomi, tetapi juga dengan membangun generasi yang sehat, cerdas, dan percaya diri,” ujarnya.

Ia menegaskan, tanggung jawab dalam membahagiakan dan mencerdaskan anak bukan hanya berada di tangan orang tua. Pemerintah, TNI, Polri, sekolah, masyarakat, organisasi, dunia usaha dan seluruh elemen bangsa memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Ingatlah, Indonesia yang hebat di masa depan itu dimulai dari anak-anak yang hebat di masa sekarang,” kata Junita.

Dalam Pagelaran Kita Indonesia, berbagai kegiatan turut melibatkan anak-anak dan organisasi perempuan. Panitia menggelar lomba stand-up comedy yang diikuti 57 siswa tingkat SMP dan SMA.

Selain itu, digelar fashion show dengan nuansa wastra batik Papua yang diikuti sekitar 33 peserta dari berbagai organisasi perempuan.

Untuk pertama kalinya, Kabupaten Sorong juga menghadirkan panggung boneka yang diperuntukkan bagi sekitar 1.500 anak dari kelompok bermain, PAUD, TK hingga SD.

Junita menyebut antusiasme peserta dan organisasi yang terlibat menjadi kebanggaan tersendiri. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengenal keberagaman budaya.

Diakhir sambutan Junita menyebutkan perlindungan terhadap anak harus menjadi tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh pihak menciptakan lingkungan yang ramah anak, bebas kekerasan dan memberikan rasa aman bagi generasi penerus.

“Mari kita wujudkan lingkungan yang ramah, bebas kekerasan, serta rasa aman bagi anak-anak generasi emas Indonesia ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Sorong Johny Kamuru mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia menilai peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk meningkatkan perhatian terhadap tumbuh kembang dan masa depan anak sebagai generasi penerus bangsa.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya orang tua dan lingkungan pendidikan, untuk bersama-sama memberikan ruang yang aman dan positif bagi anak agar dapat belajar, berkembang dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi TP PKK, Dekranasda, Pokja Bunda PAUD, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sorong.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....