Pemanfaatan Maggot BSF Jadi Solusi Pengolahan Sampah Organik di Papua Barat Daya
- 10 Apr 2026 09:44 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Pengolahan sampah organik kini semakin mudah dilakukan masyarakat berkat pemanfaatan maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF). Inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga menghasilkan pakan ternak bernutrisi tinggi serta pupuk organik.
Supendi pembudidya maggot menjelaskan bahwa saat ini masyarakat tidak perlu lagi bersusah payah memulai dari nol. Mereka sudah menyediakan telur lalat BSF yang siap digunakan.
“Kalau sekarang masyarakat tinggal menghubungi kami, karena kami sudah memproduksi telur lalat BSF. Jadi bisa langsung digunakan untuk mengurai limbah organik di rumah,” ujar Supendi.
Pria kelahiran Tahun 1992 ini menjelaskan bahwa telur tersebut cukup ditempatkan dalam wadah sederhana seperti baskom yang berisi sampah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran, makanan basi, hingga limbah ikan. Proses penguraian berlangsung secara otomatis tanpa perlu perlakuan khusus, cukup dengan memastikan wadah memiliki ventilasi udara.
Berperan mengurai sampah bukanlah lalatnya, melainkan larva atau maggot yang menetas dari telur. Dalam siklusnya, lalat BSF bertelur, kemudian telur menetas menjadi larva yang akan mengonsumsi sampah organik selama kurang lebih 20 hari hingga tumbuh besar.
“Maggot inilah yang nantinya bisa dipanen dan dijadikan pakan ternak karena kandungan proteinnya tinggi dan mengandung bakteri baik,” tambahnya.
Selain sebagai pakan ternak, hasil sampingan dari proses tersebut berupa kotoran maggot atau kasgot juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman.
Dengan sistem ini, seluruh proses menjadi siklus berkelanjutan tanpa limbah terbuang. Sampah organik diolah menjadi pakan maggot, maggot menjadi pakan ternak, dan sisanya menjadi pupuk untuk tanaman.
Meski demikian, tantangan utama dalam penerapan sistem ini adalah kebiasaan masyarakat yang belum terbiasa memisahkan sampah organik dan non-organik sejak awal.
“Kendala kita di kebiasaan. Masyarakat masih ingin yang simpel, belum terbiasa memisahkan sampah dari rumah,” jelasnya.
Ia berharap ke depan ada dukungan kebijakan dari pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah yang lebih baik.
Dengan metode ini, sampah yang sebelumnya menjadi sumber penyakit justru dapat diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....