Kepala DLH PBD Kelly Kambu Dorong Ampas Tahu Jadi Pakan Maggot
- 12 Sep 2026 19:41 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Papua Barat Daya mendorong limbah padat dari industri tahu dimanfaatkan sebagai bahan pakan maggot, sementara limbah cair wajib dikelola melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar tidak mencemari lingkungan.
Kepala DLH Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu mengatakan ampas tahu memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bagian dari pengembangan budidaya maggot. Menurutnya, pemanfaatan tersebut dapat menjadi alternatif pengelolaan limbah sekaligus menghasilkan nilai tambah dari sisa produksi industri tahu. “Industri-industri tahu itu ampas tahu juga bisa dijadikan sebagai pakan maggot,” kata Julian Kelly Kambu.
Ia menjelaskan, berbeda dengan ampas tahu yang masih dapat dimanfaatkan, air limbah dari proses produksi tahu perlu mendapatkan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. “Air limbahnya harus dibuat IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) sehingga tidak menimbulkan pencemaran pada lingkungan di sekitarnya,” ujarnya.
Dalam kunjungan ke salah satu industri tahu di Kabupaten Sorong, diketahui ampas tahu yang dihasilkan selama ini telah dimanfaatkan oleh sejumlah peternak sebagai pakan ternak. Ampas tersebut diambil oleh peternak babi, sapi dan ayam. Sementara limbah cair dari proses produksi sedang disiapkan untuk dikelola melalui pembangunan IPAL.
Jian Kelly menyebut, terdapat sekitar 20 hingga 24 industri tahu di wilayah Sorong dan sekitarnya. Kondisi tersebut dinilai menjadi potensi untuk membangun pola pengelolaan limbah yang lebih terarah.
Selain pengelolaan limbah, DLH PBD juga melihat peluang pengembangan bahan baku industri tahu melalui budidaya kedelai oleh masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP) yang memiliki lahan.
Menurutnya, kebutuhan kedelai untuk industri tahu selama ini sebagian diperoleh dari pasokan yang tersedia di Sorong. Jika produksi lokal tidak mencukupi, pelaku usaha harus memperoleh kedelai dari tempat lain sehingga berpotensi meningkatkan biaya produksi.
“Artinya sumber bahan baku tahunya apa, kedelai toh? Masyarakat OAP yang punya lahan, punya tanah itu bisa menanam kedelai,” katanya.
Ia menilai budidaya kedelai dapat dikembangkan bersama tanaman lainnya melalui pola tumpang sari, sehingga lahan masyarakat dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung kebutuhan bahan baku industri tahu.
Kelly berharap pengelolaan limbah dan pengembangan bahan baku tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga keberadaan industri tahu tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan lapangan pekerjaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....