Kementerian Kebudayaan Gelar Sosialisasi Anyaman Noken dan Fashion Show Adat

  • 04 Mar 2026 18:10 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Aimas-Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar sosialisasi Pertunjukan Anyaman Noken Mama-Mama Papua dan Fashion Show Baju Adat kategori Pelestarian Budaya Lokal di Universitas Nani Bili Nusantara (UNBN), Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Selasa 3 Febuari 2026.

Kegiatan bertema “Merajut Tradisi, Menjaga Identitas” ini merupakan bagian dari program Pendayagunaan Ruang Publik bidang perseorangan, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk LSM Teras Kitorang Peduli Papua.

Koordinator kegiatan, Gustrianti M. Ali mengatakan, pertunjukan ini bertujuan mengangkat kembali budaya lokal masyarakat, khususnya anyaman Noken yang menjadi identitas penting Orang Asli Papua, terutama dari wilayah Kepulauan Sorong.

“Berdasarkan data tahun 2020, jumlah pengrajin Noken terus mengalami penurunan. Tradisi ini mulai ditinggalkan seiring perkembangan zaman dan arus globalisasi,” ujarnya.

Ia menilai generasi muda saat ini cenderung lebih mengikuti tren media sosial dibanding mengenal budaya daerahnya sendiri. Padahal, menurutnya, masyarakat sedang bergerak dari era 4.0 menuju 5.0 sehingga budaya harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.

“Mahasiswa menjadi target utama sosialisasi karena mereka adalah jantung regenerasi budaya. Kalau pelestarian hanya bergantung pada Mama-Mama Papua sebagai pengrajin utama, keberlanjutan budaya akan terancam,” tegasnya.

Selain pertunjukan anyaman Noken, kegiatan ini juga menghadirkan fashion show busana adat yang dikemas secara inovatif, namun tetap berakar pada nilai historis dan filosofis budaya Papua, dengan sasaran kegiatan mencakup Mama-Mama pengrajin Noken, generasi muda, masyarakat umum, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, hingga pelaku UMKM berbasis budaya.

Panitia menargetkan terselenggaranya pertunjukan yang profesional dan edukatif, keterlibatan komunitas pengrajin, partisipasi aktif generasi muda sebagai model maupun penampil, serta meningkatnya publikasi budaya lokal melalui berbagai platform media.

Selain itu, diharapkan terbentuk jejaring kerja sama antara pengrajin, desainer lokal, dan pemerintah daerah guna mendukung program keberlanjutan pelestarian budaya.

Gustrianti berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan di Kabupaten Sorong.

“Kabupaten Sorong memiliki asimilasi budaya yang kuat. Jika tidak dijaga, tradisi seperti anyaman Noken bisa hilang. Ini langkah nyata menjaga warisan leluhur,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi pemerintah, LSM, kampus, dan masyarakat, semangat merajut tradisi diyakini mampu menjaga identitas budaya Papua tetap kokoh di tengah arus modernisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....