Kekurangan Guru, Dikbud PBD Siapkan Beasiswa 45 Calon Guru SLB

  • 11 Agt 2026 19:05 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya menyiapkan program beasiswa bagi 45 calon guru Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk menjawab persoalan kekurangan tenaga pendidik di sekolah khusus di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Akademik Komunitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Erdia Msiren Kareth, mengatakan program tersebut direncanakan mulai direalisasikan tahun ini dengan menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus).

Menurut Erdia, calon peserta nantinya akan direkrut untuk mengikuti pendidikan di Universitas Negeri Manado (UNIMA). Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan kembali ke Papua Barat Daya dan ditempatkan di SLB yang membutuhkan guru.

“Masalah yang kami hadapi di lapangan itu menyangkut dengan guru, kekurangan guru. Namun terus kami lakukan berbagai cara untuk kami bisa mendapatkan guru,” ujar Erdia saat kegiatan Sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Perlindungan Guru dan Tenaga Kependidikan SLB di Rylich Panorama Hotel, Selasa, 11 Agustus 2026.

Ia menyebutkan, kuota yang direncanakan mencapai 45 orang. Namun apabila jumlah tersebut tidak terpenuhi, pemerintah akan menyesuaikan dengan kebutuhan dan hasil rekrutmen, dengan kemungkinan sekitar 35 peserta.

Erdia menjelaskan, proses rekrutmen akan mempertimbangkan asal daerah calon peserta. Pemerintah akan mengambil calon dari daerah yang nantinya menjadi lokasi penempatan mereka. “Kalau dari Kabupaten Raja Ampat, kami mengambilnya dari Kabupaten Raja Ampat. Kalau dari Sorong sendiri, Kabupaten Sorong, kami ambil dari Kabupaten Sorong,” katanya.

Kebijakan tersebut dilakukan agar para calon guru yang telah menyelesaikan pendidikan dapat kembali dan mengabdi di daerah asalnya. Selain lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan, mereka diharapkan memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan guru SLB di daerah masing-masing.

Erdia mengatakan pembiayaan pendidikan calon guru tersebut sepenuhnya direncanakan melalui Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dengan memanfaatkan dana Otsus. Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik pada pendidikan khusus, sekaligus memastikan anak-anak berkebutuhan khusus di Papua Barat Daya mendapatkan layanan pendidikan yang lebih baik.

Saat ini, SLB di Papua Barat Daya tersebar di Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Kabupaten Raja Ampat. Di Kota Sorong terdapat jenjang SDLB, SMPLB dan SMALB, sedangkan Kabupaten Sorong dan Raja Ampat juga memiliki satuan pendidikan SLB.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....