Tanamkan Moderasi Beragama sejak Dini, Keluarga Jadi Kunci Cegah Intoleransi
- 20 Feb 2026 23:10 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja — Penanaman nilai moderasi beragama sejak usia dini dinilai menjadi langkah penting dalam mencegah tumbuhnya sikap intoleransi hingga paham radikalisme pada generasi muda. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Gede Sadiana.
Menurut Gede Sadiana yang akrab disapa Pak Benny, keluarga merupakan lingkungan pertama yang sangat menentukan pembentukan karakter anak. Perhatian, pengawasan, serta keteladanan orang tua menjadi faktor utama dalam menanamkan sikap toleransi.
“Perhatian kepada anak itu penting sekali. Bukan hanya memberikan fasilitas, tetapi mengawasi, mendampingi, serta mengetahui aktivitas anak, termasuk penggunaan media sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan, anak-anak yang kurang mendapat perhatian, termasuk dari keluarga yang mengalami permasalahan atau broken home, berpotensi lebih rentan terpengaruh perilaku negatif maupun paham yang menyimpang dari ajaran agama.
Selain peran orang tua, sekolah dan lingkungan sosial juga turut berkontribusi. Guru diharapkan mampu menyisipkan nilai moderasi beragama dalam proses pembelajaran, sementara lingkungan pertemanan harus diarahkan pada pergaulan yang positif.
Pentingnya cara orang tua menjelaskan perbedaan keyakinan kepada anak sejak dini. Gede Sadiana mengatakan bahwa perbedaan cara ibadah dan keyakinan merupakan hal yang wajar dan harus dipahami sebagai kekayaan bangsa.
“Setiap agama memiliki kitab suci, tempat ibadah, cara dan waktu sembahyang yang berbeda. Namun tujuannya sama, yaitu memuja Tuhan Yang Maha Esa. Inilah yang perlu kita jelaskan kepada anak dengan bijak,” ujarnya.
Ia mengibaratkan keberagaman seperti warna pelangi yang berbeda-beda, namun tetap indah ketika bersatu. Oleh karena itu, orang tua diharapkan memberi contoh nyata, seperti saling mengunjungi saat hari raya keagamaan dan menghargai perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.
Gede Sadiana juga mengingatkan, tanpa penanaman nilai moderasi beragama sejak dini, anak berisiko tumbuh tanpa pemahaman toleransi yang kuat. Karena itu, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah dan diperkuat di sekolah serta lingkungan masyarakat.
“Kalau kita ingin anak berperilaku baik dan toleran, maka orang tua harus memberikan contoh yang baik terlebih dahulu,” katanya.