Perayaan Imlek Jadi Media Edukasi Lintas Agama di Buleleng

  • 16 Feb 2026 15:59 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja — Perayaan Tahun Baru Imlek di Kabupaten Buleleng tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ruang edukasi lintas agama untuk memperkuat pemahaman dan toleransi antarumat. Sosialisasi bersama tokoh agama digelar guna memberi pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang makna dan tata ibadah Imlek.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Buleleng, I Gede Metera menjelaskan, setiap menjelang hari raya besar keagamaan, para pemuka agama rutin duduk bersama untuk memaparkan ajaran serta tahapan perayaan masing-masing. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi salah persepsi di tengah masyarakat.

“Kami rutin duduk bersama menjelang hari raya agar setiap pemimpin agama saling memahami, lalu menyampaikan kembali ke umatnya sehingga tercipta situasi yang kondusif,” ujarnya.

Melalui forum tersebut, perwakilan umat dapat memahami batas tradisi dan ritual tiap agama, sekaligus mengetahui bentuk dukungan yang bisa diberikan tanpa mencampuri keyakinan. Pendekatan ini dinilai efektif mencegah gesekan serta memperkuat rasa saling menghormati.

Penyelenggara Bimas Budha Kemenag Kabupaten Buleleng, Nengah Budiastha Piyadasi menambahkan, edukasi kerukunan juga dilakukan melalui kegiatan sosial bersama, kunjungan rumah ibadah, serta kerja bakti lintas agama. Program itu dirancang untuk membangun empati dan kerja sama nyata di masyarakat.

“Tujuannya agar umat saling mengenal, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga keharmonisan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Agama Konghucu Indonesia Kabupaten Buleleng, Tjhie Su Liong mengatakan, rangkaian Imlek memiliki tata ibadah khusus dan tidak dapat disamakan dengan tradisi umum. Penjelasan terbuka kepada forum lintas agama diharapkan membantu masyarakat memahami perbedaan antara unsur budaya dan ritual keagamaan.

Dengan pendekatan edukatif, perayaan Imlek tahun ini diharapkan tidak hanya berlangsung aman dan khidmat, tetapi juga memperkuat literasi keberagaman di Kabupaten Buleleng. Pemerintah dan tokoh agama mengajak masyarakat menjadikan momentum hari raya sebagai sarana belajar toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita