Polemik Penindakan Siswa Jadi Sorotan Publik

  • 07 Jan 2026 13:39 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Polemik penindakan siswa di lingkungan sekolah kembali menjadi perhatian publik. Peristiwa ini memunculkan perdebatan terkait larangan merokok di sekolah, larangan kekerasan fisik, serta posisi guru yang dinilai serba salah dalam menegakkan disiplin.

Nyoman Darta, Ex Ketua PGRI kab Buleleng menilai, kejadian tersebut harus disikapi secara bijak dan menyeluruh. Di balik pelanggaran siswa, terdapat faktor lain yang perlu ditelusuri, mulai dari pola asuh di rumah hingga komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah.

“Yang perlu dilakukan adalah introspeksi bersama. Orang tua, guru, dan murid tujuannya sama, membentuk karakter anak agar berhasil dan berakhlak baik,” katanya.

Ari Ulangun, Pemerhati Sosial dan Anak menekankan, pendidikan karakter tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Orang tua diharapkan lebih peduli terhadap perilaku anak, sementara guru tetap berpegang pada aturan dan menghindari tindakan kekerasan dalam proses mendidik.

Sekolah juga didorong memperkuat tata tertib yang disusun dan disepakati bersama siswa serta disosialisasikan kepada orang tua. Sanksi yang diterapkan diharapkan bersifat positif dan edukatif, bukan hukuman fisik.

“Kuncinya komunikasi dan kesepakatan. Kalau orang tua dan guru saling menyalahkan, anak justru tidak akan terselamatkan,” ujarnya.

Kasus ini diharapkan menjadi pembelajaran bersama agar ke depan tercipta sinergi yang lebih kuat antara orang tua, guru, dan sekolah dalam membentuk karakter siswa serta mencegah kejadian serupa terulang.

(RRI Singaraja/Tika Utami)

Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita