Jejak Pahlawan dan Bela Negara Buleleng
- 14 Nov 2025 11:16 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan sepuluh tokoh sebagai Pahlawan Nasional, termasuk Presiden ke-2 RI Soeharto dan tokoh buruh Marsinah. Momentum ini menjadi pengingat bahwa semangat pengorbanan dan dedikasi para pahlawan harus terus dilanjutkan oleh generasi sekarang.
Di Buleleng, penguatan karakter kebangsaan dilakukan melalui berbagai program pembinaan bela negara yang menyasar keluarga, sekolah, hingga komunitas masyarakat. Aktivis kepemudaan Dr. Dra Ni Made Cantiari, M.Si., menekankan bahwa empat nilai utama pahlawan cinta tanah air, kedisiplinan, toleransi, dan etika harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki fondasi karakter yang kokoh.
“Generasi muda sekarang menghadapi tantangan baru, bukan lagi perang fisik. Tapi perang terhadap pengaruh negatif seperti kecanduan gadget dan melemahnya etika. Karena itu pembinaan karakter harus dimulai dari rumah,” ujarnya.
Berbagai organisasi kepemudaan di Buleleng turut berkolaborasi dalam mencetak kader bela negara melalui pelatihan kedisiplinan, sosialisasi nilai Pancasila, serta pengenalan simbol-simbol negara bahkan sejak tingkat PAUD. Pendekatan ini menempatkan orang tua sebagai bagian dari proses pembinaan.
“Anak-anak harus diperkenalkan pada nilai Pancasila, kebhinekaan, serta disiplin. Kalau ini dibangun sejak kecil, mereka tumbuh sebagai generasi yang kuat dan tidak mudah terpengaruh,” ucapnya.
Momentum Bulan Pahlawan diharapkan dapat menguatkan kembali budaya gotong royong, kepedulian sosial, serta komitmen menjaga persatuan di tengah tantangan sosial modern. Nilai-nilai perjuangan pahlawan menjadi landasan penting menuju generasi emas Indonesia 2045. (RRI Singaraja/Tika Utami)