Disdagperinkop UKM Buleleng Sinkronkan Program UMKM Naik Kelas Tahun 2026
- 05 Mar 2026 17:28 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Buleleng menggelar pertemuan sinkronisasi program dan kegiatan dalam rangka mendorong UMKM naik kelas pada tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di PLUT-KUMKM Kabupaten Buleleng di Singaraja, Kamis 5 Maret 2026.
Pertemuan ini melibatkan berbagai unsur mulai dari asosiasi pelaku usaha, komunitas UMKM, perguruan tinggi, perbankan hingga lembaga pendamping usaha. Beberapa organisasi yang hadir di antaranya KADIN, HIPMI, IWAPI, komunitas wirausaha muda, serta perwakilan kampus seperti Undiksha, Unipas dan STAHN Mpu Kuturan.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkolaborasi dalam pengembangan UMKM di daerah tersebut.
Menurutnya, dukungan berbagai organisasi, komunitas dan perguruan tinggi sangat membantu pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan UMKM.
“Terima kasih atas dukungan dan kolaborasi semua pihak hingga tahun 2025. Banyak program dan kegiatan yang berhasil dilaksanakan bersama, termasuk pendampingan usaha, pelatihan, hingga pengembangan pasar bagi pelaku UMKM,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, pemerintah daerah juga membuka ruang bagi peserta untuk memberikan saran dan masukan terkait program yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Hal ini dilakukan agar kebijakan yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.
Sudiarta menjelaskan, pemerintah daerah terus mendorong penguatan ekosistem usaha melalui kolaborasi lintas sektor. Program yang dirancang tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga mencakup akses permodalan, pemasaran, hingga digitalisasi usaha.
Ia juga menekankan pentingnya peran asosiasi dan komunitas dalam membantu pemerintah melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM di lapangan.
“Kalau kita bergerak bersama melalui asosiasi dan komunitas, dampaknya akan jauh lebih besar. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri,” katanya.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terjadi penyelarasan antara program pemerintah daerah dengan kebutuhan nyata pelaku UMKM sehingga pengembangan sektor usaha kecil dapat berjalan lebih efektif.