Anak Muda Singaraja Sulap Jelantah Jadi Cuan

  • 04 Mar 2026 22:08 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana. Hal inilah yang dilakukan oleh anak muda Singaraja, Owner Lengis Ninian Bali, I Gusti Ayu Krishna Suryanti, yang menggagas pengumpulan minyak jelantah untuk diolah menjadi produk ramah lingkungan.

Ina mengungkapkan bahwa usaha yang telah berjalan sekitar dua tahun ini berangkat dari pengalaman pribadinya saat berjualan gorengan. Ia melihat minyak bekas kerap dibuang sembarangan ke wastafel atau selokan, sehingga menyebabkan saluran mampet dan menimbulkan bau tak sedap.

“Selain bisa membantu ekonomi, kita juga ikut menjaga alam. Daripada dibuang ke sungai dan mencemari lingkungan, lebih baik dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali,” ujarnya.

Melalui Lengis Ninian Bali, Ina menerima berbagai jenis minyak jelantah tanpa terkecuali, termasuk minyak yang sudah berwarna hitam pekat, selama tidak tercampur air. Minyak yang terkumpul kemudian disalurkan ke industri untuk diolah menjadi biodiesel, bahan bakar alternatif, hingga lilin. Ia mengatakan, minyak tersebut tidak diproses kembali untuk konsumsi karena berbahaya bagi kesehatan.

Saat ini, Lengis Ninian Bali telah bekerja sama dengan sekitar 10 kafe di Singaraja serta sejumlah rumah tangga yang rutin menyetorkan minyak bekas. Untuk setiap liter minyak jelantah, masyarakat akan mendapatkan Rp6.000.

“Harapannya semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha sadar untuk tidak membuang limbah sembarangan. Jelantah itu bisa menghasilkan rupiah sekaligus menjaga lingkungan,” katanya.

Ina juga aktif melakukan sosialisasi melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok guna mengedukasi masyarakat tentang manfaat pengelolaan minyak jelantah yang tepat.

Dengan tim kecil beranggotakan dua orang untuk penjemputan, Ina optimistis ke depan jaringan pengumpulan minyak jelantah dapat menjangkau lebih luas hingga seluruh Bali.

Rekomendasi Berita