Air PAM Direbus untuk Diminum? Baik apa Buruk?
- 04 Mar 2026 08:34 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Merebus air minum dari keran (air PDAM atau PAM) sebelum diminum adalah kebiasaan umum di Indonesia. Ini punya kelebihan dan kekurangan yang perlu dipahami agar bisa memutuskan apakah cukup aman untuk dikonsumsi rutin.
Kelebihan (Plus) Merebus Air Keran
-Membunuh sebagian besar mikroorganisme — Merebus air hingga mendidih (100°C) selama 3–5 menit (atau lebih baik 10–15 menit menurut rekomendasi WHO) efektif membunuh bakteri, virus, parasit, dan kuman penyebab penyakit seperti diare, tifus, kolera, atau infeksi saluran pencernaan.
-Mengurangi risiko biologis — Terutama jika air keran mengalami kontaminasi sementara (misalnya karena pipa bocor atau banjir).
-Murah dan mudah — Tidak perlu beli air galon atau filter mahal, cukup pakai kompor/gas/listrik rumah.
-Bonus tambahan dari studi terbaru — Merebus air keran yang mengandung kalsium tinggi bisa menghilangkan hingga ~90% mikroplastik (nano/microplastik) karena membentuk endapan.
Kekurangan (Minus) Merebus Air Keran
-Tidak menghilangkan kontaminan non-biologis — Logam berat (timbal, arsenik, kadmium, merkuri, besi berlebih), zat kimia (pestisida, residu industri, klorin berlebih), dan beberapa kontaminan lingkungan tetap ada meski sudah direbus.
-Tidak 100% aman — Beberapa bakteri/spora tahan panas (misalnya Clostridium botulinum penyebab botulisme) bisa bertahan. Di Indonesia, kualitas air keran bervariasi antar daerah; pipa distribusi sering berkarat/kotor sehingga bisa menambah kontaminasi setelah diolah di instalasi PDAM.
-Mengubah rasa & komposisi — Air rebusan bisa terasa lebih “flat”, kadang lebih asam, atau mineral tertentu mengendap (terutama jika direbus berulang-ulang).
-Risiko jangka panjang — Jika air asalnya sudah tercemar logam berat atau zat kimia, konsumsi rutin bisa memengaruhi ginjal, pencernaan, saraf, atau daya tahan tubuh (terutama anak kecil, lansia, ibu hamil).
Di Indonesia, merebus air keran lebih baik daripada minum langsung tanpa pengolahan sama sekali, tapi bukan jaminan 100% aman untuk dikonsumsi setiap hari dalam jangka panjang. Banyak ahli kesehatan (termasuk dokter gizi dan sumber seperti HelloSehat, Alodokter, dll.) menyarankan:
-Jika memungkinkan, kombinasikan dengan filter air (misalnya keramik + karbon aktif, atau RO/reverse osmosis) → ini jauh lebih efektif hilangkan logam berat, kimia, dan mikroplastik.
-Alternatif lain: air galon/mineral terpercaya (yang sudah lolos standar BPOM & SNI).
-Jika tetap pakai rebusan: Rebus minimal 5–10 menit, simpan di tempat tertutup bersih, jangan rebus ulang berkali-kali, dan perhatikan jika air keran berbau/berwarna/keruh → sebaiknya hindari atau tes kualitas air.
Jadi, plusnya jelas untuk keamanan mikroba dan hemat biaya, tapi minusnya cukup signifikan soal zat kimia & logam berat. (RRI/Dewa Arta)