Koordinasi Jadi Tantangan Penanganan Bencana Buleleng

  • 10 Feb 2026 22:46 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Koordinasi lintas pihak dan kecepatan informasi masih menjadi tantangan utama dalam penanganan darurat bencana di Kabupaten Buleleng. BPBD menilai kesiapan desa dan relawan sangat berpengaruh terhadap cepat lambatnya respons di lapangan.

BPBD Buleleng, I Gede Mahendra, menyebut hambatan sering muncul dari keterlambatan laporan awal dan proses verifikasi kebutuhan di lokasi terdampak. Kondisi cuaca buruk juga kerap menghambat akses petugas menuju titik bencana.

Keterbatasan peralatan, terutama alat berat, turut menjadi kendala. BPBD harus berkoordinasi dengan instansi jalan provinsi dan balai terkait untuk mendatangkan dukungan alat saat terjadi longsor atau kerusakan jalan.

Meski demikian, sejumlah desa dinilai sudah menunjukkan kesiapan baik melalui program desa tangguh bencana. Contohnya Desa Gitgit yang dinilai sigap saat terjadi longsor dan cepat membuka akses jalan.

“Yang kami harapkan masyarakat bergerak cepat saat bencana, tahu harus berkoordinasi dengan siapa, dan tidak hanya menonton,” ujar I Gede Mahendra, Selasa 10 Pebruari 2026.

BPBD menegaskan edukasi dan latihan yang sudah diberikan perlu benar-benar diterapkan saat kejadian nyata. Peran aktif warga disebut dapat meringankan dampak sekaligus mempercepat penanganan darurat.

Rekomendasi Berita