Saat Bencana Datang: Pentingnya Koordinasi dan Komunikasi
- 10 Feb 2026 16:31 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Koordinasi dan komunikasi saat bencana melibatkan penyebaran informasi cepat, akurat, dan terpadu antara pemerintah (BPBD/BNPB), lembaga terkait, dan masyarakat untuk memfasilitasi respons darurat. Hal ini mencakup penggunaan teknologi (radio/HT, media sosial), perencanaan rencana kontinjensi, dan penunjukan juru bicara resmi untuk mencegah disinformasi, serta pentingnya komunikasi komunitas lokal.
MenurutI Gede Mahendra, ST.MM, Analisis Kebencanaan Ahli Muda dari BPBD Kabupaten Buleleng saat mengisi acara Kentongan di RRI SIngaraja mengatakan, ada beberapa poin penting koordinasi dan komunikasi terkait bencana antara lain:
- Fungsi Komunikasi Bencana: Terdiri dari penyebaran informasi (peringatan dini), koordinasi antar lembaga, keterlibatan masyarakat, penggunaan teknologi (aplikasi, media sosial), dan evaluasi pasca-bencana.
- Koordinasi Antar Lembaga: BPBD memimpin kerjasama dengan BASARNAS, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan instansi teknis lainnya untuk evakuasi, logistik, dan kesehatan.
- Sistem Komunikasi Darurat: Penggunaan alat seperti Radio HT dengan repeater, SMS/telepon, dan jaringan satelit sangat krusial ketika infrastruktur komunikasi konvensional terputus.
- Komunikasi Risiko & Krisis: BNPB menekankan komunikasi risiko untuk meningkatkan kewaspadaan, memastikan informasi resmi mengalir, dan meminimalisir hoaks.
Protokol Komunikasi: Menggunakan satu juru bicara resmi, mengutamakan SMS daripada suara saat jaringan padat, serta menyebarkan informasi evakuasi yang jelas.
Koordinasi dan komunikasi saat kejadian bencana itu krusial, ibarat urat nadi penanganan darurat. Kalau putus, dampaknya bisa ke mana-mana. Secara umum, inilah poin-poin pentingnya:
1. Koordinasi Antar Lembaga
BPBD/Basarnas sebagai koordinator utama penanganan darurat
TNI–Polri untuk evakuasi, pengamanan, dan akses wilayah
Dinas Kesehatan & Rumah Sakit untuk layanan medis dan rujukan korban
Dinas Sosial untuk pengungsian dan logistik
Relawan agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih
Tujuannya: satu komando, satu data, satu arah tindakan.
2. Komunikasi Informasi Darurat
Penyampaian peringatan dini (early warning)
Informasi lokasi terdampak, jumlah korban, dan kebutuhan mendesak
Update situasi secara berkala
3. Koordinasi di Lapangan
Penentuan posko utama dan posko lapangan
Pembagian tugas tim evakuasi, medis, dan logistik
Penyesuaian strategi berdasarkan kondisi terkini di lapangan
4. Komunikasi dengan Masyarakat
Imbauan keselamatan dan jalur evakuasi
Informasi lokasi pengungsian dan layanan bantuan
Edukasi agar masyarakat tidak panik dan tidak menyebarkan hoaks
5. Pelaporan dan Dokumentasi
Laporan cepat (rapid assessment)
Dokumentasi kerusakan dan kebutuhan pascabencana
Data sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan