Pengamanan Nyepi dan Idul Fitri, Polres Jembrana Turunkan 313 Personel

  • 12 Mar 2026 15:42 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Kepolisian Resor Jembrana menyiapkan ratusan personel untuk menjaga keamanan rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kesiapan tersebut ditandai melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Agung 2026 yang dilaksanakan di GOR Kresna Jvara, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Kamis, 12 Maret 2026.

Apel dipimpin Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati dan dihadiri Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna. Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur instansi terkait yang akan bergabung dalam pengamanan selama operasi berlangsung.

Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati menjelaskan Operasi Ketupat Agung 2026 digelar selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi tersebut melibatkan total 816 personel gabungan dari berbagai unsur guna memastikan situasi tetap aman dan aktivitas masyarakat berjalan lancar saat dua hari besar keagamaan itu.

Dari jumlah tersebut, jajaran Polres Jembrana menurunkan 270 personel yang bertugas langsung dalam operasi serta 43 personel sebagai cadangan. Dengan demikian total 313 personel Polres Jembrana dikerahkan untuk pengamanan.

Selain itu, dukungan juga datang dari satuan lain seperti Brimob yang menurunkan 32 personel bantuan kendali operasi (BKO) serta 17 personel dari Direktorat Lalu Lintas Polda Bali.

Pengamanan tidak hanya melibatkan kepolisian, tetapi juga unsur TNI, POM, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Basarnas, BPBD, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), hingga unsur masyarakat seperti pecalang, Banser dan anggota Saka Bhayangkara.

Menurut Kapolres, pengamanan difokuskan pada sejumlah lokasi strategis seperti tempat ibadah, objek wisata, pusat keramaian serta jalur transportasi yang menjadi lintasan arus mudik. Jalur menuju kawasan wisata juga menjadi perhatian karena diperkirakan tetap ramai selama periode tersebut.

Selain menjaga kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat, aparat juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, kemungkinan bencana alam, serta menjaga stabilitas pasokan bahan pokok penting selama masa perayaan.

Melalui operasi terpadu ini diharapkan situasi kamtibmas di Kabupaten Jembrana tetap kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.

Rekomendasi Berita