Potret Nelayan Tradisional Waktu Pagi

  • 14 Okt 2025 15:08 WIB
  •  Serui

KBRN,Serui : Ketika fajar mulai merekah di ufuk timur, suasana pantai Wombai Serui Yapen tampak hidup. Para nelayan tradisional berdatangan dengan perahu kayu dari berbagai arah. Mereka membawa hasil tangkapan semalam dari laut Saireri dan sekitarnya.

Udara pagi yang begitu sejuk berpadu dengan aroma asin laut, menghadirkan potret keseharian yang sederhana namun penuh makna.Di tengah kesejukan udara pagi, tampak wajah-wajah nelayan yang penuh semangat meski lelah belum sepenuhnya hilang dari malam sebelumnya.

Setibanya di pantai, para nelayan segera menurunkan ikan hasil tangkapan untuk dijual di pasar Serui. Aktivitas ini menjadi rutinitas bagi mereka yang telah berlangsung turun-temurun. Suasana pasar pun ramai dengan transaksi, tawa, dan canda antara nelayan dan pembeli yang sudah akrab satu sama lain.

Dari hasil penjualan ikan itulah, para nelayan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari — membeli bahan pokok, membiayai pendidikan anak-anak mereka, dan menyisihkan sebagian untuk keperluan melaut kembali. Meski hasil tangkapan tak selalu menentu, semangat mereka tak pernah surut.

Pemendangan ini menjadi potret nyata kehidupan masyarakat pesisir yang masih menjaga tradisi dan kearifan lokal. Di balik kesederhanaannya ada pesan kuat tentang kerja keras, kebrsamaan, dan ketulusan dalam mencari nafkah di laut.

Potret pagi ini bukan sekadar gambaran rutinitas ekonomi pesisir. Tetapi adalah keteguhan hati dan kerja keras masyarakat nelayan yang terus menjaga tradisi, menggantungkan hidup pada laut dengan penuh rasa syukur dan harapan.

Rekomendasi Berita