Tuntutan Tak Digubris, Warga Bentian Kembali Demo Truk CPO-ODOL

  • 06 Feb 2026 15:10 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Warga Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak truk CPO bermuatan lebih atau Over Dimension Over Load (ODOL). Aksi ini dilakukan karena tuntutan masyarakat pada aksi sebelumnya dinilai belum mendapat kepastian dan realisasi dari pihak perusahaan.

Aksi damai tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 15 Februari 2026, bertempat di Lamin Bentian Besar, mulai pukul 12.00 WITA hingga tuntutan masyarakat dipenuhi. Aksi digagas oleh Masyarakat Bentian Besar Peduli Lingkungan sebagai bentuk penagihan janji perusahaan terkait kepatuhan terhadap regulasi ODOL.

BACA JUGA:

Truk CPO-ODOL Bandel, Warga Bentian Besar Ancam Gelar Demo Lanjutan

Warga Bentian Tuding Truk CPO-ODOL Jadi Penyebab Kerusakan Jalan

Dalam pemberitahuan resmi kepada aparat kepolisian, masyarakat menyebutkan bahwa pada aksi 15 Januari 2026 lalu, pihak perusahaan menyatakan kesediaannya mengikuti regulasi ODOL yang akan diterbitkan oleh Bupati Kutai Barat. Namun, hingga kini implementasi di lapangan dinilai belum berjalan maksimal.

Masyarakat menegaskan, regulasi ODOL yang dimaksud telah diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Oleh karena itu, aksi lanjutan dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas truk ODOL yang dinilai merusak jalan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Sehingga dengan adanya regulasi tersebut kami Masyarakat Bentian Besar Peduli Lingkungan akan kembali melakukan aksi damai terkait penolakan terhadap ODOL dan menagih janji perusahaan yang menyatakan akan siap mengikuti regulasi yang dikeluarkan oleh Bupati Kutai Barat apabila regulasi itu terbit,” kata koordinator aksi, Arief Witara dalam surat pemberitahuan, Sabtu, 6 Februari 2026.

BACA JUGA:

Dilema Penertiban Truk CPO-ODOL di Tengah Kerusakan Infrastruktur Kubar

Selama aksi berlangsung, masyarakat mengimbau agar seluruh kendaraan ODOL tidak melintas di lokasi aksi. Jika masih ditemukan truk ODOL yang melintas, warga menyatakan akan mengarahkan kendaraan tersebut kembali ke pihak perusahaan.

Warga berharap pemerintah daerah dan aparat terkait dapat menegakkan aturan secara tegas serta memastikan perusahaan mematuhi regulasi yang telah ditetapkan demi keselamatan dan kepentingan masyarakat luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....