Regenerasi Atlet Jadi Fokus, Hapkido Kubar Bidik Prestasi Jangka Panjang

  • 30 Mei 2026 06:38 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Cabang olahraga Hapkido di kabupaten Kutai Barat terus menunjukkan perkembangan positif sejak resmi berdiri pada Agustus 2025. Pembinaan atlet usia dini kini menjadi fokus utama untuk menjaga regenerasi atlet dan prestasi jangka panjang.

Ketua sekaligus pelatih Hapkido Kutai Barat, Ongkian, mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap atlet muda agar perkembangan olahraga bela diri tersebut semakin berkelanjutan di daerah.

“Untuk usia dini kami masih terus melakukan pencarian dan pembinaan agar regenerasi atlet bisa berjalan baik,” kata Ongkian saat menerima kunjungan ketua KONI Kubar, di lokasi latihan atlet GOR Desnan Sendawar, Jumat 29 Mei 2026.

Ia menjelaskan, saat ini Hapkido Kutai Barat memiliki sekitar 18 atlet aktif. Namun sebagian besar masih berasal dari kelompok senior, sementara atlet usia SMP baru sekitar lima orang.

Menurutnya, pembinaan usia dini menjadi penting karena Hapkido memiliki beberapa kategori usia pertandingan, mulai dari prakadet, kadet, junior hingga senior.

Kategori prakadet diperuntukkan bagi atlet di bawah tujuh tahun, kadet usia 7 hingga 12 tahun, junior usia 12 hingga 16 tahun, sedangkan senior untuk usia 17 tahun ke atas.

Ongkian mengatakan perkembangan Hapkido di Kutai Barat tidak lepas dari dukungan Hapkido Indonesia yang lebih dulu berkembang di Balikpapan di bawah binaan Master Yuli.

Awalnya, Hapkido Kutai Barat dibentuk setelah pihaknya mendapat mandat untuk membangun kepengurusan di daerah. Karena belum ada ketua definitif, Ongkian dipercaya menjadi ketua sementara sekaligus pelatih.

Meski tergolong cabang olahraga baru di Kutai Barat, Hapkido mulai menunjukkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi.

Pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov Kalimantan Timur 2026, Hapkido Kutai Barat berhasil meraih satu medali emas, dua perak dan empat perunggu. Hasil tersebut sekaligus meloloskan lima atlet menuju Porprov Kaltim di Kabupaten Paser bulan November mendatang.

Selain itu, pada Kejuaraan Provinsi di Samarinda, Hapkido Kutai Barat juga berhasil meraih peringkat tiga umum.

Menurut Ongkian, capaian tersebut menjadi motivasi bagi atlet untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan bertanding.

Namun di tengah perkembangan tersebut, Hapkido Kutai Barat masih menghadapi tantangan minimnya iven bela diri tingkat kabupaten.

“Untuk iven tingkat kabupaten memang masih minim. Karena itu kami terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan kompetisi lokal sangat penting untuk menambah pengalaman bertanding atlet sekaligus memperkenalkan Hapkido kepada masyarakat luas.

Karena itu, pihaknya kini aktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah guna menarik minat generasi muda bergabung dalam olahraga bela diri tersebut.

“Kami berharap masyarakat yang ingin bergabung bisa ikut mengembangkan Hapkido bersama kami,” katanya.

Ongkian juga mengapresiasi dukungan Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus, yang datang langsung memantau latihan atlet Hapkido.

“Kami sangat berterima kasih karena Ketua KONI sudah datang langsung melihat latihan atlet. Kehadiran beliau menjadi motivasi tambahan bagi atlet kami,” ujarnya.

Ia berharap di bawah kepemimpinan Alsiyus, semakin banyak kejuaraan bela diri yang digelar di Kutai Barat untuk mendukung perkembangan atlet daerah.

Saat ini Hapkido Kutai Barat terus mempersiapkan lima atlet yang lolos Babak Kualifikasi Porprov dan akan bertanding di tujuh nomor pertandingan di Porprov Kaltim 2026 di Paser.

Selain itu, dua atlet Hapkido Kutai Barat juga direkomendasikan mengikuti seleksi menuju PON Bela Diri melalui Kejurprov yang akan digelar pada Juli mendatang.

Ongkian optimistis atlet Hapkido Kutai Barat mampu bersaing di tingkat provinsi karena dalam beberapa kejuaraan terakhir mereka selalu berada di papan atas.

“Harapan kami ke depan Hapkido bisa semakin dikenal dan berkembang di Kutai Barat,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....