Ketua KONI Kubar Siap Tambah Dukungan Anggaran untuk Atlet Arung Jeram
- 30 Mei 2026 03:52 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten Kutai Barat, Alsiyus, memastikan akan menambah anggaran bagi cabang olahraga arung jeram guna mendukung persiapan atlet menuju Porprov Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser.
Hal itu disampaikan Alsiyus saat mengunjungi lokasi latihan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kutai Barat di Danau Wisata Hemaq Beniung, Kampung Juaq Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Jumat 29 Mei 2026.
Menurut Alsiyus, prestasi FAJI Kutai Barat selama ini sangat membanggakan karena mampu menjadi salah satu cabang olahraga penyumbang medali emas terbanyak bagi daerah, meski masih menghadapi keterbatasan sarana dan pendanaan.
“Kami sangat bangga dengan prestasi arung jeram Kutai Barat. Di tengah dukungan yang masih minim mereka mampu menjadi juara umum. Ini tentu harus terus kita dukung,” katanya.
Ia mengatakan, KONI Kutai Barat saat ini mulai memetakan kebutuhan utama cabang olahraga arung jeram, termasuk persoalan fasilitas latihan, perlengkapan, hingga kebutuhan operasional atlet dan pelatih.
Menurutnya, persoalan klasik yang masih dihadapi banyak cabang olahraga adalah keterbatasan dana. Karena itu, KONI berkomitmen memberikan perhatian lebih besar terhadap pembinaan atlet arung jeram.
“Masalah utama memang dana. Karena itu kita akan support anggaran lebih besar ke depan,” ujarnya.
Selain dukungan dari KONI, Alsiyus juga berencana menggandeng perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pengembangan olahraga arung jeram di Kutai Barat.
Ia bahkan meminta pengurus FAJI lebih aktif memanfaatkan media sosial untuk menampilkan aktivitas latihan dan prestasi atlet sebagai bentuk promosi kepada calon mitra pendukung.
“Kalau perusahaan mau membantu lewat CSR, mereka tinggal lihat saja jejak digital atlet-atlet kita, prestasi mereka, pelatihnya, dan aktivitas latihannya,” ucapnya.
Alsiyus menilai potensi arung jeram Kutai Barat tidak hanya berada pada sektor olahraga prestasi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi wisata olahraga yang berdampak positif bagi masyarakat sekitar.
Ia menyebut lokasi latihan di Danau Wisata Hemaq Beniung memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan olahraga sekaligus destinasi wisata alam.
“Tempat ini bagus dan indah. Ke depan bisa menjadi wisata olahraga yang membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Tidak hanya itu, Alsiyus juga mendorong pemerintah daerah dan DPRD untuk meningkatkan bonus atlet Poprov Kaltim.
Sementara Ketua FAJI Kutai Barat, FX Sumardi, menyambut baik perhatian yang diberikan KONI Kutai Barat terhadap perkembangan cabang olahraga arung jeram.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi para atlet yang saat ini tengah menjalani latihan rutin untuk mempertahankan gelar juara umum pada Porprov Kaltim bulan November mendatang.
FAJI Kutai Barat sendiri sebelumnya sukses meraih 11 medali emas pada Porprov Kaltim 2022 di Kabupaten Berau dan kembali keluar sebagai juara umum pada Babak Kualifikasi Porprov Kaltim 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada ketua KONI karena ini termasuk salah satu hal yang baru bagi kami. Dan kami juga melihat bagaimana sosok beliau ini senantiasa hadir dalam Latihan Cabor, setelah beliau dilantik sebagai Ketua Umum KONI Kutai Barat. Ini sangat bagus sebagai motivasi terhadap seluruh Cabor,” ujar Sumardi.

Sementara itu, anggota DPRD Kutai Barat sekaligus calon Ketua FAJI Kutai Barat, Adrianus, menegaskan pihak legislatif siap mendukung kebutuhan anggaran olahraga demi meningkatkan prestasi atlet daerah.
Ia mengingatkan pentingnya perhatian terhadap bonus dan fasilitas atlet agar atlet-atlet berprestasi tetap bertahan membela Kutai Barat.
“Kalau perhatian kurang, bukan tidak mungkin atlet bisa pindah ke daerah lain. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Kampung Juaq Asa, Herkolanus, berharap adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI, dan DPRD untuk membantu peningkatan fasilitas latihan, termasuk pembangunan tempat penyimpanan perahu dan perbaikan akses jalan menuju lokasi latihan arung jeram.
Menurutnya, keberadaan base camp FAJI di Kampung Juaq Asa menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat kampung karena mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi untuk Kutai Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....