Arung Jeram Kutai Barat Optimis Pertahankan Juara Umum di Porprov Kaltim 2026

  • 30 Mei 2026 03:49 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Kutai Barat optimistis mampu mempertahankan gelar juara umum pada ajang Porprov Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser.

Optimisme tersebut disampaikan Ketua FAJI Kutai Barat, FX Sumardi, saat menerima kunjungan Ketua KONI Kutai Barat bersama jajaran pengurus di lokasi latihan atlet arung jeram, Danau Wisata Hemaq Beniung, Kampung Juaq Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Jumat 29 Mei 2026.

Sumardi mengatakan, FAJI Kutai Barat memiliki modal besar setelah sukses meraih 11 medali emas dari 16 nomor pertandingan pada Porprov Kaltim 2022 di Kabupaten Berau. Prestasi itu kembali diperkuat dengan keberhasilan menjadi juara umum pada Babak Kualifikasi Porprov Kaltim beberapa waktu lalu.

“Target kita tentu mempertahankan juara umum, bahkan kalau bisa lebih baik lagi dari Porprov sebelumnya. Setelah BK selesai Desember lalu, program latihan langsung berjalan sejak Januari sampai sekarang,” ujarnya optimis.

Kepala Dinas Pariwisata Kubar ini menjelaskan, saat ini FAJI Kutai Barat telah menyiapkan 12 atlet inti menuju Porprov 2026. Para atlet tersebut diproyeksikan tampil di berbagai nomor pertandingan yang diperebutkan.

Menurutnya, animo generasi muda Kutai Barat terhadap olahraga arung jeram terus meningkat. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya atlet muda yang rutin mengikuti latihan bersama di base camp Hemaq Beniung.

Sementara Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus, mengaku bangga dengan pencapaian FAJI Kutai Barat yang tetap mampu berprestasi meski dengan keterbatasan dukungan sarana dan anggaran.

“Kami sangat bangga karena arung jeram Kutai Barat bisa menjadi juara umum di tengah dukungan yang masih minim. Ke depan tentu akan kita support lebih besar lagi,” katanya.

Ketua FAJI Kubar, FX.Sumardi didampingi Anggota DPRD Kubar, Adrianus dan kepala kampung Juaq Asa serta ketua KONI Kubar Alsiyus memberikan keterangan pers soal persiapan Porprov saat meninjau latihan atlet di pusat latihan danau Hemaq Beniung, kampung Juaq Asa kecamatan Barong Tongkok Kutai Barat, Jumat 29 Mei 2026. Foto: RRI Sendawar/Andreas Trisno.

Alsiyus menegaskan, KONI Kutai Barat akan memperkuat dukungan anggaran serta membuka peluang kerja sama dengan perusahaan melalui program CSR untuk membantu pembinaan atlet arung jeram.

Ia juga mendorong FAJI Kutai Barat aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi prestasi atlet kepada publik maupun calon mitra pendukung.

Selain fokus pada prestasi, Alsiyus berharap olahraga arung jeram dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda Kutai Barat untuk mengembangkan bakat sekaligus menjauhi pengaruh negatif seperti narkoba.

“Di sini tempatnya bagus dan indah. Ke depan bisa dikembangkan menjadi wisata olahraga yang membawa dampak positif bagi masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kutai Barat sekaligus calon Ketua FAJI Kutai Barat, Adrianus, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan olahraga arung jeram di daerah.

Ia menilai perhatian KONI yang turun langsung melihat kondisi lapangan menjadi langkah penting untuk mengetahui kebutuhan riil para atlet dan pelatih.

Menurut Adrianus, dukungan anggaran, bonus atlet, hingga sarana dan prasarana harus menjadi perhatian bersama agar atlet berprestasi tetap bertahan membela Kutai Barat.

“Jangan sampai atlet-atlet kita justru pindah ke daerah lain karena bonus dan perhatian lebih baik di luar daerah,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Kampung Juaq Asa, Herkolanus, menyebut pemerintah kampung terus berupaya mendukung keberadaan base camp FAJI di wilayahnya meski dengan keterbatasan anggaran.

Sebelumnya, pemerintah kampung telah membantu pembangunan fasilitas MCK serta pengadaan dua unit perahu lengkap dengan perlengkapan keselamatan dan dayung.

Namun demikian, ia berharap ada dukungan lebih lanjut dari pemerintah daerah, terutama untuk pembangunan tempat penyimpanan perahu serta peningkatan akses jalan menuju lokasi latihan.

“Kalau musim hujan kendaraan biasa masih sulit masuk. Jadi memang akses jalan ini menjadi perhatian penting,” ujarnya.

Pelatih arung jeram Kutai Barat, Karolus Woi Tila, menambahkan program latihan saat ini dilakukan tiga kali dalam seminggu dengan tetap memperhatikan pendidikan para atlet yang mayoritas masih berstatus pelajar.

Saat ini, atlet yang aktif berlatih terdiri dari 12 atlet tingkat SD, empat atlet SMP, dan 10 atlet SMA.

Karolus mengatakan, selain sukses di tingkat Porprov, atlet arung jeram Kutai Barat juga pernah tampil hingga tingkat nasional dan internasional.

“Tahun 2019 kami ikut kejurnas di Jambi dan kejuaraan dunia di Silokek. Prestasi kita memang terus berkembang,” katanya.

Karolus berharap prestasi arung jeram Kutai Barat terus meningkat pada Porprov Kaltim 2026 mendatang. Ia optimistis para atlet mampu mempertahankan tradisi juara umum bahkan melampaui capaian sebelumnya, seiring kuatnya regenerasi atlet dan semangat latihan yang terus terjaga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....