Menjawab Tantangan Hilirisasi Desa melalui Kemandirian Energi

  • 16 Agt 2026 16:01 WIB
  •  Semarang

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, bagaimana desa dapat melakukan hilirisasi jika biaya energi masih tinggi dan akses terhadap teknologi pengolahan masih terbatas? Salah satu jawabannya adalah membangun kemandirian energi melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

Di wilayah sentra peternakan, misalnya, kotoran ternak yang selama ini dipandang sebagai limbah dapat diolah menjadi biogas menggunakan teknologi digester. Energi yang dihasilkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap LPG, mensubstitusi listrik dari PLN, dan juga menekan biaya produksi untuk usaha komoditas lokal.

Dengan demikian, kemandirian energi bukan sekadar solusi teknis, melainkan fondasi bagi hilirisasi dan penguatan ekonomi desa secara keseluruhan. Argumen ini bukan sekadar wacana.

Salah satu buktinya dapat dilihat dari program pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) pada periode 2024–2026 melalui Program Pemberdayaan Wilayah yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Program ini dipimpin oleh Prof. Kusmiyati, S.T., M.T., Ph.D., IPM. yang merupakan Kepala Bagian Hilirisasi dan Inovasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UDINUS.

Tim menyasar dua Kelompok Tani-Ternak (KTT) di Desa Banyuanyar, Kabupaten Boyolali, yaitu KTT Sumber Widodo Satu (SW1) yang bergerak di bidang peternakan sapi perah dan KTT Sumber Widodo Dua (SW2) yang merupakan kelompok petani kopi. SW1 beranggotakan 20 peternak sapi perah, sedangkang SW2 terdiri atas 20 petani kopi dengan total luas lahan 7 hektar. Dari keseluruhan lahan tersebut, produksi kopi mencapai sekitar 2 ton per tahun.

Melimpahnya aktivitas peternakan di SW1 menghasilkan limbah kotoran sapi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui program ini, limbah tersebut diolah menjadi biogas menggunakan biodigester dengan total kapasitas 40 m³ yang menerima masukan sekitar 300–400 kg kotoran sapi segar setiap hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....