Dari Karyawan Kontrak, KUR BRI Menjadi Jalan Tol Bisnis Wisata

  • 14 Mei 2026 13:10 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Bangkalan: Suara kendaraan wisata terdengar dari halaman kantor sederhana Polo Great Tour & Travel di Perum Nilam Blok AA1 No 10, Mlajah, Bangkalan, Madura. Brosur perjalanan ke Malang, Yogyakarta, hingga Bali tersusun rapi di meja ruang tamu. Di balik kesibukan itu, berdiri sosok Mat Saleh, pria kelahiran pulau Kangean Sumenep sang owner yang dulu hanya menerima gaji Rp1,1 juta sebagai karyawan kontrak di Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

“Awalnya hanya hobi jalan-jalan,” kenangnya. Tahun 2010 ia mulai kuliah Universitas Trunojoyo Madura (UTM), lalu lulus pada 2014 dari di Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

BACA JUGA: Kisah Sulton: Pemuda Desa Dari Sosmed ke BRIlink Kelas Jawara

Setelah lulus kemudian diterima menjadi karyawan kontrak UTM, ia juga membuat blog wisata bernama Tour Kangean Wisata (TKW). Blog itu menjadi wadah sederhana untuk memudahkan orang berkunjung ke Madura. Namun singkatan TKW terasa kurang pas, hingga bersama teman-temannya ia mengganti nama menjadi Polo Great pulau besar yang merepresentasikan pulau Kangean di Madura.

Perjalanan usaha itu tidak mudah. Dengan gaji pas-pasan, Mat Saleh melihat peluang dari tuor ke pantai Gili Labak Sumenep.

BACA JUGA: Kafe Klasik: Dari Hobi Nongkrong ke Ruang Edukatif Mahasiswa

“Setiap Sabtu-Minggu bisa bawa 2–3 grup, pendapatan 2–3 juta. Itu lebih besar dari gaji bulanan,” ujarnya, Kamis 14 Mei 2026, sambil mengenang perjalanan awal bisnisnya. Dari situlah ia termotivasi untuk serius menekuni bisnis travel.

Keputusan besar datang ketika ia bertemu seorang sahabat yang berkata, “Kalau hanya mengandalkan apa adanya, usaha akan lambat berkembang. Kalau lewat tol, lebih cepat menangkap peluang."

BACA JUGA: Dari SPG ke Owner Laundry Berkat KUR BRI

Analogi itu membuatnya berani mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Ia mengajukan pinjaman penuh Rp500 juta, bukan untuk tour semata, melainkan untuk pengadaan armada transportasi.

“Selama ini kita sewa kendaraan. Kalau punya sendiri, uangnya berputar di usaha, bukan keluar,” jelasnya.

Dengan pengadaan armada baru, Polo Great Tour & Travel kini tak hanya menjual paket tour, tetapi juga menyewakan unit kendaraan. Pasarnya pun meluas, dari TK, sekolah, perguruan tinggi, hingga korporat.

Paket wisata ke Malang, Yogyakarta, dan Bali menjadi primadona. Strategi promosi sederhana, pelayanan prima dan media sosial.

“Kuncinya servis. Kalau pelanggan puas, mereka akan kembali,” katanya pria yang juga Ketua Asosiasi Pariwisata Madura (ASPRIM) periode 2024-2028.

Mat Saleh menyebut banyak teman dan koleganya yang terinspirasi mengikuti jejaknya.

BACA JUGA: Irza: Dari Kampus ke Kandang, Merintis Ternak Kambing dengan KUR BRI

“Bahkan ada yang bilang, Polo Great bukan lagi usaha kecil-kecilan. Sekarang sudah melayani perjalanan hingga Malaysia dan Singapura,” ujarnya.

Setiap perjalanan yang dijalankan Polo Great selalu closing testimoni dengan dokumentasi video. Menurut Mat Saleh, mayoritas pelanggan merasa puas dengan layanan yang diberikan.

“Memang tidak mungkin memuaskan semua orang, tapi secara keseluruhan tamu nyaman dan senang bersama kami,” katanya.

Saat ini Polo Great melayani perjalanan interlokal dan mulai merambah internasional. Untuk jumlah peserta kecil, layanan biasanya dititipkan ke konsorsium. Namun jika jumlahnya besar, Polo Great menangani langsung. Tantangan yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan lahan parkir armada.

“Ke depan kami berencana membeli lahan untuk parkir bus agar operasional lebih maksimal,” jelasnya.

Mat Saleh juga berpesan kepada generasi muda agar berani mengambil risiko dalam berusaha.

“Hidup tidak akan pernah manis kalau kita tidak berani mencoba. Program KUR BRI ini sangat membantu, bunganya kecil dan tidak memberatkan. Modal ini bisa membuka usaha, memberi lapangan kerja, dan membuktikan anak muda Madura mampu bersaing,” ucapnya.

Kini, dari usaha sampingan, Polo Great Tour & Travel tumbuh menjadi bisnis utama. Mat Saleh telah resign dari karyawan UTM, menyelesaikan S2 di Universitas Airlangga, dan fokus membesarkan Polo Great. Pendapatan yang dulu hanya Rp1,1 juta kini berlipat ganda, membuka lapangan kerja, dan memberi inspirasi bagi pemuda Madura.

“Dengan KUR, kita seperti naik tol. Memang ada biaya, tapi peluang besar di depan bisa lebih cepat kita tangkap,” tutupnya penuh keyakinan.

Testimoni datang dari salah salah satu pelanggan setia, Syarifatun, Owner Tasya Laundry. Ia mengaku setiap tahun rutin menggunakan jasa Polo Great Tour & Travel untuk kegiatan tour bersama karyawannya.

“Bagi kami, perjalanan bersama karyawan adalah bentuk apresiasi. Polo Great selalu memberi pelayanan terbaik, mulai dari transportasi hingga paket wisata. Karena itu, setiap tahun kami kembali menggunakan jasanya,” ungkap Syarifatun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....