Irza: Dari Kampus ke Kandang, Merintis Ternak Kambing dengan KUR BRI

  • 08 Mei 2026 20:02 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Bangkalan: Suara kambing bersahutan dari kandang panggung kayu di Dusun Lobuk, Kecamatan Burneh, Bangkalan. Di balik kandang semi modern itu, berdiri sosok muda berusia 25 tahun, Irza Firmansyah Borneo Putra. Ia lulusan Politeknik Pembangunan Pertanian Malang yang berani menjadikan ilmu di meja kuliahnya sebagai fondasi bisnis nyata.

“Sejak kuliah saya sudah merancang pola usaha. Begitu lulus, langsung saya mulai dengan menanam rumput gajah dan membangun kandang,” ujarnya. Jum’at 8 Mei 2026 saat di temui dikandangnya.

BACA JUGA: Dari SPG ke Owner Laundry Berkat KUR BRI

Pada Agustus 2024, Irza resmi memulai usaha yang kemudian diberi nama Tiga Raja Farm. Awalnya hanya bermodal kerjasama dengan investor, ia memelihara kambing kacang, jawa randu, dan peranakan etawa.

Momentum Idul Adha menjadi titik balik. Dengan 20 ekor kambing dan tiga orang tenaga kerja, Irza melihat peluang besar. Namun, untuk memperbesar skala bisnis, ia butuh tambahan modal.

“Saya akhirnya ambil KUR BRI. Bunganya hanya 6 persen, cicilan ringan, dan sesuai perputaran usaha,” jelasnya. Dana Rp50 juta itu digunakan untuk menambah populasi kambing agar keuntungan berputar lebih cepat.

Tiga Raja Farm sediri dirintis bersama sahabat dekatnya yaitu Muhammad Rafi Putraanto, sebagai ahli hukum, keuangan dan pengembangan bisnis serta Jaka Zaenudin, sebagai pengelola operasional lapangan.

Irza Firmansyah owner Tiga Raja Farm sedang memberikan pakan ternak kambingnya. (Foto: RRI/Miftah)

KUR BRI Dorong Tiga Raja Farm Berkembang Pesat

Ketika kandang pertama berdiri, Irza hanya mengandalkan kerja sama dengan investor. Hewan kurban dan kambing sudah ada, namun kapasitas kandang belum terisi penuh. Ia sadar, skala bisnis peternakan hanya bisa tumbuh jika populasi ditambah sesuai daya tampung.

Langkah itu terwujud melalui KUR BRI. Dengan cicilan tiga tahun dan bunga ringan, Irza menilai skema pembiayaan ini tidak memberatkan. Perhitungan bulanan sesuai dengan perputaran usaha membuatnya yakin mengambil pinjaman tersebut.

Dana segar itu langsung digunakan untuk menambah jumlah kambing.

“Kalau kandang tidak penuh, keuntungan tidak maksimal. Jadi modal tambahan ini kami pakai untuk menambah kuantitas,” ujarnya. Strategi sederhana itu terbukti efektif perputaran modal lebih cepat, keuntungan pun meningkat.

Perkembangan usaha tidak berhenti di hulu. Kini Tiga Raja Farm merambah hilirisasi, mulai dari produksi susu, olahan, hingga paket aqiqah lengkap dengan pemasakan dan distribusi.

Alhamdulillah, kata Irza, sokongan KUR BRI membuat Tiga Raja Farm semakin luas melangkah. Dari kandang di Bangkalan, bisnis ini tumbuh menjadi penyedia kebutuhan peternakan sekaligus layanan aqiqah yang siap menjangkau end user.

Perubahan terbesar yang ia rasakan bukan hanya soal omzet, melainkan ketenangan diri.

“Usaha ini membuat saya lebih tenang mengatur waktu, lebih nyaman menjalani aktivitas, bahkan lebih seimbang antara dunia dan akhirat,” tuturnya. Dukungan keluarga pun akhirnya mengalir setelah melihat usaha yang berkembang.

Menu Aqiqoh dari Tiga Raja Farm Bangkalan

Tak hanya itu, Irza juga menjadi inspirasi bagi pemuda lain. Ia kerap diminta mengisi kuliah tamu sebagai praktisi, memberi motivasi bahwa menjadi pengusaha peternakan itu penuh tantangan sekaligus peluang.

“Ada adik kelas yang sekarang sudah punya 100 ekor domba dan kirim ke luar kota. Itu membanggakan,” katanya.

Visi besarnya jelas menjadikan Tiga Raja Farm sebagai role model peternakan terintegrasi di Bangkalan. Dari hulu hingga hilir, mulai budidaya pakan, ternak kambing dan sapi, hingga produksi susu dan olahan.

“Kami ingin Bangkalan punya citra khas, dengan pengembangan sapi Madura dan kambing pote sebagai ikon,” imbuhnya.

Dukungan Orang Tua, Irza Kembangkan Peternakan Kambing

Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan usaha peternakan yang dijalankan pemuda Bangkalan, Irza Firmansyah Borneo Putra. Sejak awal merintis usaha Tiga Raja Farm di Dusun Lobuk, Kecamatan Burneh, Irza mendapat sokongan penuh dari orang tuanya, mulai dari modal awal, penyediaan kandang, hingga lahan untuk beternak kambing.

Ditemui terpisah, ayah Irza, Muhyi, menyampaikan kebanggaannya atas usaha sang anak. Berharap terus berkembang, memperluas jaringan, dan melahirkan generasi peternak muda progresif yang mampu menjadi agripreneur sukses.

“Saya sebagai orang tua sangat mendukung sekali apa yang menjadi upaya dan usaha dari Irza. Sejak lulus kuliah memang passion-nya di bidang peternakan dan ingin berusaha secara mandiri. Dari awal sudah kita fasilitasi agar bisa berdikari. Alhamdulillah sekarang sudah berjalan lebih dari satu tahun dan mulai memberikan manfaat,” ungkapnya.

Dengan dukungan KUR BRI, langkah Irza semakin mantap menatap masa depan. Dari kandang kecil di Dusun Lobuk, ia membuktikan bahwa ilmu, keberanian, dan modal tepat bisa melahirkan usaha yang bukan hanya menghidupi diri, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....