Dari SPG ke Owner Laundry Berkat KUR BRI
- 06 Mei 2026 19:18 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Bangkalan – Pagi itu, sekitar pukul 07.30 WIB, aroma wangi parfum laundry menyeruak di sudut Perum Soka Park Bangkalan. Suara mesin cuci front loading bergemuruh, menggoyang pakaian yang sudah dimasukkan. Di sudut lain, karyawan laki-laki sibuk memvakum karpet, men-treatment spring bed dan sofa, sementara roda tiga bertuliskan Tasya Laundry sudah siap berangkat mengantar cucian pelanggan. Di tengah riuh aktivitas itu, berdiri sosok Syarifatun, sang pemilik usaha yang dulunya hanyalah seorang SPG.
Syarifatun mengenang masa lalu ketika harus bekerja dari pagi hingga malam, mengejar target perusahaan dengan penghasilan pas-pasan. Hidupnya perlahan berubah ketika ia berani memulai usaha laundry dari nol, hanya bermodal satu mesin cuci yang dibeli dengan cicilan Rp300.000.
“Awalnya ragu, tapi saya ingin mencoba,” kenangnya. Rabu, 6 Mei 2026.

Keraguan itu perlahan terjawab ketika ia memberanikan diri mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Pertama kali, ia mengambil pinjaman sebesar Rp250 juta. Dana itu digunakan membeli mesin cuci tambahan, spinner khusus karpet, serta menambah armada roda tiga untuk antar-jemput pelanggan.
“Saya ingin berbeda dari laundry lain, fokus pada karpet, spring bed, dan sofa,” ucap perempuan berhijab itu.
Langkah itu terbukti tepat. Dengan peralatan baru, Tasya Laundry mampu melayani kebutuhan pelanggan yang lebih beragam. Spinner karpet menjadi andalan, membuat hasil cucian lebih maksimal. Seiring waktu, pelanggan semakin percaya pada kualitas layanan yang ditawarkan.
“Untuk cuci karpet setiap hari Alhamdulilah pasti ada, kalau untuk tempat ibadah seperti Masjid dan Musholla dengan jumlah banyak biasanya mulai berdatangan dua bulan sebelum Ramadan, dan setiap tempat ibadah ada discon khusus daru harga normal,” kata perempauan empat anak itu, sambari melihat notifikasi pesan WhatsApp dilayar handphonenya ada pelanggan yang sedang order memminta jemput cuciannya.
Awal 2026 menjadi tonggak penting. Syarifatun berhasil melunasi KUR Rp250 juta tersebut. Tak berhenti di situ, ia kembali mengambil KUR BRI sebesar Rp200 juta. Kali ini, dana digunakan untuk investasi tanah sebagai workshop baru, agar usaha semakin berkembang dan memiliki tempat permanen dan presentatif.
Setiap pagi, Syarifatun sibuk mengonfirmasi order pelanggan lewat WhatsApp. Layanan antar-jemput menjadi keunggulan, membuat pelanggan tak perlu repot datang ke workshop. Armada roda tiga berangkat sesuai jadwal, sementara sore hari giliran pengantaran kembali dilakukan. Semua terorganisir rapi dalam grup WhatsApp pelanggan.
Branding di media sosial juga menjadi strategi jitu. Nama Tasya Laundry muncul di pencarian Google, membuat usaha ini mudah ditemukan. Meski lokasinya berada di dalam perumahan dan tidak di pinggir jalan, layanan digital membuat jangkauan pelanggan semakin luas.
“Silahkan di coba saja di Googling dengan kata kunci “Laundry Bangkalan” atau “Laundry Karpet Bangkalan” nanti nama laundry apa yang paling atas?” ucapnya dengan sedikit lirih berbalut senyum tipis.
Kini, Tasya Laundry memiliki dua workshop dengan status tanah hak milik. Workshop pertama khusus karyawan laki-laki yang menangani karpet, spring bed, dan sofa. Workshop kedua dikelola karyawan perempuan untuk cucian kiloan dan satuan. Total ada lima karyawan yang diberdayakan, memberi lapangan kerja bagi warga sekitar.
Semua transaksi pelanggan kini dilakukan melalui transfer rekening BRI. Setiap bulan, cicilan KUR otomatis terpotong dari rekening usaha, membuat manajemen keuangan lebih tertib dan pembayaran cicilan secara otomatis tidak akan terlambat.
“Alhamdulillah, semua lancar. Cicilan tidak terasa berat karena langsung dipotong dari hasil usaha,” kata Syarifatun.
BRI Bangkalan Dampingi Tasya Laundry untuk Berkembang
BRI Cabang Bangkalan melalui petugas lapangan atau Relationship Manager (RM) terus mendampingi nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar usaha mereka semakin berkembang. Salah satunya adalah Ibu Syarifatun, pemilik usaha Tasya Laundry, yang kini kembali mengambil fasilitas KUR setelah sebelumnya berhasil melunasi pinjaman pertama.
Surya Dwi Pangga, RM BRI Cabang Bangkalan, menjelaskan bahwa istilah “pendamping” atau “petugas lapangan” digunakan karena perannya bukan hanya menyalurkan kredit, tetapi juga memastikan nasabah mendapat arahan dan monitoring usaha.
“Kami melihat usaha Ibu Syarifatun sudah mumpuni, keuangan teratur, dan transaksi berjalan baik. Itu sebabnya beliau bisa kembali mengambil KUR,” ujarnya.
Menurut Surya, usaha laundry milik Ibu Syarifatun memiliki keunggulan dalam pelayanan dan pemasaran. Selain mengutamakan kualitas, usaha tersebut aktif memanfaatkan media sosial dan Google Maps sehingga mudah ditemukan pelanggan. Rating layanan yang tinggi menjadi bukti kepuasan konsumen.
“Selain melayani laundry pakaian, usaha ini juga menerima treatment khusus seperti pembersihan kursi sofa dan Springbed dan karpet, yang jarang dilakukan laundry lain. Hal ini membuat usaha semakin diminati,” tambah Surya.
Perjalanan dari SPG dengan gaji pas-pasan hingga menjadi owner laundry sukses adalah kisah tentang keberanian perempuan yang berjuang dari nol. KUR BRI menjadi pintu awal, tetapi ketekunan dan inovasi adalah kunci utama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....