Menaruh Harapan di Konter HP, Akhirnya Berlabuh ke BRILink Jawara

  • 30 Jun 2026 21:46 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Di tepi Jalan Raya Banyuates, Mandemman Daya, Sampang, berdiri sebuah rumah sederhana yang menyimpan kisah perjalanan hidup Walid Mukhlis. Lelaki berusia 36 tahun ini pernah menaruh harapan besar pada sebuah konter HP.

Di balik etalase kaca dan deretan kartu perdana, ia menggantungkan mimpi untuk menata masa depan. Namun, roda nasib berputar, membawa langkahnya ke arah yang tak pernah ia bayangkan menjadi agen BRILink Syahriel Cell.

“Awalnya tahun 2018 lalu hanya iseng-iseng, sekadar tambahan kerja, yang berawal dari penawaran petugas BRI yang datang ke conter,” kenangnya. Selasa, 30 Juni 2026. Dari niat ringan itu, lahirlah sebuah pengabdian yang kini menjadikannya jawara di dunia keagenan.

Konter HP yang dulu ia tekuni perlahan meredup, kalah oleh riuh transaksi BRILink yang kian ramai. Tahun 2020, ia menutup konternya, memilih fokus penuh pada layanan keuangan. Dari tarik tunai, setor, hingga pembayaran angsuran, semua ia layani dengan sabar.

“Awal buka hanya 10 transaksi sehari, paling banyak 15,” ujarnya.

Warga setempat sedang melakukan transaksi

Kini, angka itu melonjak tajam 80 hingga 100 transaksi setiap hari. Dari pelaut hingga petani, dari bansos hingga setoran perusahaan, semua singgah di meja kecil miliknya.

Ada kenangan yang tak pernah pudar saat pertama kali ia ikut kopdar bersama sesama agen. Meski kuota peserta sudah penuh, ia tetap dipaksakan hadir. Dari sana, ia belajar arti solidaritas bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan merajut jaringan.

Dukungan keluarga pun tak pernah surut. Sang istri, Mufarrohah, menjadi penjaga setia mesin BRILink, memastikan layanan tetap berjalan tanpa harus mempekerjakan orang lain.

“Sampai sekarang, istri yang jaga. Kami kerjakan sendiri,” kata Walid dengan senyum bangga.

Tentu, jalan ini tak selalu mulus. Pernah ada salah transaksi hingga Rp1,5 juta, pernah pula mendapat SP dari BRI karena kesalahan teknis. Namun bagi Walid, suka duka itu bagian dari perjalanan.

Mufarrohah sedang melayani warga yang sedang melakukan transaksi

“Senangnya bisa melayani orang setiap hari, membantu mereka tarik tunai, setor, atau bayar angsuran,” tuturnya. Dari sekadar iseng, kini ia menjadi agen yang dipercaya, menjadi bagian penting denyut ekonomi masyarakat Pantura.

Apresiasi pun datang dari Vini Dwi Jayanti, Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) BO BRI Sampang. Ia menilai konsistensi Walid sebagai agen BRILink patut diapresiasi.

“Pak Walid mampu menjaga kepercayaan masyarakat dengan pelayanan yang ramah dan konsisten. Dukungan keluarga membuat usahanya semakin kokoh, dan kini ia layak disebut sebagai agen jawara di wilayahnya,” ungkap Vini. Baginya, Walid bukan hanya agen, tetapi juga teladan tentang bagaimana sebuah usaha kecil bisa tumbuh menjadi pengabdian besar bagi masyarakat.

Infografis Agen BRIlink Syahriel Cell

Tak hanya dari pihak BRI, dukungan penuh juga datang dari sang istri tercinta, Mufarrohah. Dengan mata berbinar ia berkata,

“Saya bangga mendampingi suami. Dari awal hanya iseng, kini usaha ini menjadi sumber penghidupan keluarga sekaligus membantu banyak orang di sekitar. Setiap hari saya melihat bagaimana masyarakat terbantu, dan itu membuat saya merasa ikut berperan dalam sesuatu yang besar.” Baginya, BRILink bukan sekadar mesin transaksi, melainkan jembatan pengabdian yang menghubungkan keluarga mereka dengan denyut kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Mahmudi, warga setempat, turut menyampaikan kesannya.

“Keberadaan agen BRILink Pak Walid sangat membantu kami. Tidak perlu jauh-jauh ke unit BRI, cukup ke rumah beliau, semua urusan bisa selesai. Pelayanannya ramah, cepat, dan membuat masyarakat merasa aman. Kami bangga punya agen seperti beliau di kampung ini,” ujarnya.

Kisah Walid Mukhlis adalah potret sederhana tentang bagaimana sebuah langkah kecil bisa berubah menjadi jalan jawara. Dari konter HP yang meredup, ia menemukan terang baru lewat BRILink. Dan di balik mesin yang terus berdengung, ada semangat seorang pria dan keluarganya yang tak pernah lelah melayani. Sebuah cerita tentang ketekunan, kepercayaan, dan pengabdian yang tumbuh dari akar desa, menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....