Dari Petugas Pungut Karcis Pasar ke Juragan BRILink: Perjalanan Edy Menjemput Asa
- 30 Jun 2026 10:49 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Bangkalan - Di sudut Jalan Asam Jajar, Pasar Ahatan, Kecamatan Sepuluh, Bangkalan, berdiri sebuah toko sederhana yang kini ramai dikunjungi warga setempat untuk melakukan transaksi keuangan, perjalanan panjang seorang pria bernama Edy Usman (40), yang bersama istrinya Dewi Purnamasari (35) menapaki jalan berliku menuju kesuksesan sebagai agen BRILink Toko Ilham kelas juragan.
Selasa menjelang siang, 30 Juni 2026. Cahaya matahari menembus sela pintu toko, memantul di cat tembok yang sederhana, seolah menyingkap denyut kehidupan di ruang kecil itu. Di balik meja kayu, dua karyawan sibuk melayani warga. Mesin EDC BRI sesekali berbunyi, printer kecil mengeluarkan struk, dan kalkulator berderik menghitung rupiah. Di luar, motor-motor berjejer rapi, sandal-sandal ditinggalkan di pintu masuk, tanda arus keluar masuk nasabah yang percaya pada agen ini.
Di tengah kesibukan itu, Muji Lestari menyambut seorang ibu yang menyerahkan uang tunai. Jemarinya cekatan menekan tombol di mesin EDC, struk keluar dengan suara khas. Senyum ramahnya menenangkan suasana, menghadirkan rasa aman di tengah keramaian pasar.
“Tenang, Bu. Tarik tunai di sini sama aman seperti di bank. Tidak perlu jauh ke ATM, cukup di Toko Ilham saja,” ucap Muji dengan senyum ramah.
Sang nasabah tersenyum lega, menggenggam struk dengan rasa syukur, seakan menemukan kenyamanan baru di ruang kecil yang sederhana namun penuh kehangatan.

Awal yang Penuh Luka
Sebelum mengenal dunia keagenan, Edy hanyalah seorang sukwan pungut karcis di Pasar Klampis. Dua tahun ia jalani pekerjaan itu, hingga mencoba peruntungan di dunia trading bitcoin dan emas. Namun nasib berkata lain kerugian besar membuatnya terpuruk.
“Kerugiannya cukup besar, waktu itu dua pilihan lanjut jadi sukwan atau buka BRILink. Saya pilih BRILink,” kenang Edy.
Mesin BRILink yang semula hanya “tertidur” di toko mertua, yang sudah buka mulai tahun 2024 akhirnya ia kelola sendiri sejak 2016. Namun langkah awal tidaklah mudah. Selama enam hingga tujuh bulan pertama, transaksi harian hanya dua atau tiga kali.
“Tidak cukup untuk dapur. Nangis setiap hari, tapi tetap di jalani,” ujarnya lirih.
Perjuangan dan Edukasi
Edy tidak menyerah. Berbekal pengalaman sebagai salesman di Surabaya, ia mulai berbaur dengan masyarakat, memberi edukasi bahwa di tokonya bisa melakukan berbagai transaksi, bayar listrik, PDAM, Tarik dan stor tunia hingga kebutuhan sehari-hari.
“Saya jemput bola, datang ke rumah-rumah. Biar orang tahu, di sini bisa transaksi apa saja,” katanya.
Tak jarang ia diremehkan pesaing. “Kapan mau bersaing dengan saya, tidak akan mampu,” kata seorang agen juragan di sebelah tokonya. Kenang Edy ucapan itu. Namun Edy memilih membalas dengan kerja keras, bukan kata-kata.
“Saya tidak balas dengan omongan. Saya balas dengan pelayanan,” tegasnya.

Jatuh Bangun dan Kerugian
Perjalanan itu penuh ujian. Tahun 2017, ia pernah salah transaksi hingga tertipu Rp15 juta.
“Panas dingin, keringat bercucuran. Nominalnya 15 juta, awal-awal modal. Rasanya mau jatuh,” ungkap Edy.
Kerugian lain datang saat pencairan bantuan, Rp20 juta hilang tanpa jejak. Semua itu tidak membuatnya mundur, melainkan semakin menguatkan keyakinan bahwa rezeki sejati tidak akan tertukar.
“Kalau memang rezeki saya, sampai kapanpun tetap punya saya. Kalau bukan, ya bukan,” katanya penuh pasrah.
Bangkit Menjadi Juragan
Dua tahun kemudian, grafik transaksi mulai menanjak. Dari yang dulu hanya dua transaksi per hari, kini mencapai 160–200 transaksi harian. Agen BRILink miliknya berkembang menjadi dua lokasi, berjarak hanya seratus meter, dengan memberdayakan tiga karyawan yang ikut menjaga toko.
“Alhamdulillah, dari yang dulu tidak layak, sekarang sudah dua agen. Kelas juragan,” ucapnya bangga.
BRI pun memberi fasilitas berupa CCTV, piagam, dan banner. Renovasi toko dilakukan setahun lalu, menandai babak baru perjalanan Edy Usman sebagai agen yang diperhitungkan.

Promo dan Kepedulian
Bagi Edy, nasabah adalah jantung usaha. Ia menjaga kenyamanan mereka dengan berbagai cara. Program “Jumat Berkah” rutin digelar, membagikan snack dan minuman kecil secara gratis.
“Nasabah itu jantung agen BRILink. Kalau mereka nyaman, usaha kita hidup,” katanya.
Nasabah yang bertransaksi dalam jumlah tertentu mendapat bonus berupa sabun cuci atau minyak goreng. Ia juga memberi aplikasi jual pulsa gratis kepada warga, sebagai bentuk dukungan usaha kecil.
Selain itu, ia aktif mengedukasi masyarakat tentang BRIMO, rekening UMi, hingga layanan tambahan seperti perpanjangan STNK, tiket, dan ekspedisi.
“Saya ajari nasabah, jangan sembarangan kasih HP ke orang lain. Takut kena hacker. Edukasi itu penting,” jelasnya.
Inspirasi dari Bangkalan
Kini, agen BRILink Toko Ilham milik Edy Usman menjadi rujukan banyak pedagang sapi, keluarga pekerja migran dari Malaysia, Eropa, hingga Arab. Uang kiriman mereka mengalir melalui tangan Edy, yang dengan sabar melayani dan menjaga kepercayaan.
Di media sosial, ia juga aktif berbagi pengalaman, memberi nasihat kepada agen baru agar tidak mudah menyerah.
“Saya dulu lebih parah daripada sampean. Tapi jangan putus asa, terus coba,” pesannya.

Suara Istri, Karyawan dan Nasabah
Di balik perjuangan panjang itu, ada sosok yang selalu mendampingi dengan doa dan kesabaran Dewi Purnamasari (35), istri Edy Usman. Ia menjadi saksi bagaimana suaminya jatuh bangun membangun usaha dari nol.
“Awal-awal itu berat sekali. Saya sering melihat suami pulang dengan wajah lelah karena transaksi tidak cukup untuk kebutuhan dapur. Saya hanya bisa mendukung dengan doa, memberi semangat, dan percaya bahwa usaha ini akan berhasil,” tutur Dewi.
Ia mengingat betul masa-masa ketika usaha mereka dianggap tidak layak, kalah pamor dari agen sebelah. Namun Dewi memilih menanamkan keyakinan.
“Saya bilang ke suami, jangan dibandingkan dengan agen sebelah. Kita jalani saja dengan sabar, bismillah. Rezeki tidak akan tertukar kalau kita tekun, Alhamdulillah, perjuangan itu sekarran sudah terbayar” ujarnya penuh keyakinan.
Tidak hanya keluarga, para karyawan juga ikut merasakan denyut perjuangan agen BRILink milik Edy Usman. Maftuhah, salah satu karyawan yang menjaga toko, mengaku betah bekerja di sana karena suasana kekeluargaan yang hangat.
“Saya merasa nyaman di sini. Pak Edy memperlakukan kami bukan sekadar karyawan, tapi seperti keluarga. Itu yang membuat saya betah. Alhamdulillah, penghasilan dari sini bisa membantu perekonomian keluarga saya. Dari yang dulu serba pas-pasan, sekarang lebih tenang karena ada tambahan,” katanya dengan senyum Syukur disela-sela kesibukannya dalam melayani nasabahnya.
Bagi warga sekitar, kehadiran agen BRILink Toko Ilham benar-benar membawa kenyamanan. Hj. Rasideh, salah satu nasabah setia, mengaku merasa lebih dekat dengan layanan perbankan berkat keberadaan agen ini.
“Rasanya nyaman sekali, seperti lebih dekat dengan bank. Kalau mau tarik tunai, saya tidak perlu jauh-jauh ke ATM atau ke kantor BRI, cukup di sini saja,” ungkap Hj. Rasideh.
Selain kemudahan akses, ia juga menilai pelayanan yang diberikan Edy dan karyawannya ramah serta cepat.
“Pelayanannya ramah, cepat, dan membuat saya tenang. Bahkan kadang ada hadiah, seperti minyak goreng satu liter. Itu membuat kami sebagai nasabah merasa dihargai,” katanya dengan senyum puas usai melakukan transaksi Tarik tunai.

Apresiasi dari BRI
Perjuangan Edy Usman tidak hanya dirasakan keluarga, karyawan, dan nasabah, tetapi juga mendapat pengakuan dari pihak bank. Satria Maulana, Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) BRI BO Bangkalan, memberikan apresiasi atas konsistensi Toko Ilham dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
“Walaupun di sekitar outlet beliau banyak agen BRILink dan saingan lain, tapi dengan pelayanan maksimal, kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Transaksi pun bisa dipertahankan sampai saat ini,” ujar Satria.
Dirinya juga merasa salut dengan cara beliau memasarkan. Tidak hanya tatap muka, tapi juga lewat media online seperti WA Story.
“Disana bukan hanya orang sekitar yang bertransaksi, tapi dari daerah lain pun mengenal agen BRILink Ilham semoga terus bisa dipertahankan dengan baik,” tambahnya dengan penuh apresiasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....