KUR BRI Mengalirkan Berkah di Sahabat Galon
- 29 Mei 2026 12:47 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Dusun Bungkak, Desa Batorasang, Kecamatan Tambelangan, Sampang. Di sebuah dusun yang sederhana, lahir sebuah usaha yang kini menjadi denyut kehidupan masyarakat. Sulton Maulana Akbar, pemuda berusia 31 tahun, menamai usahanya Sahabat Galon. Dari sinilah cerita tentang air, harapan, dan keberanian dimulai.
BACA JUGA: Kafe Klasik: Dari Hobi Nongkrong ke Ruang Edukatif Mahasiswa
Sulton tidak memulai dengan harta berlimpah, melainkan dengan tekad dan keberanian. Pinjaman KUR BRI pertamanya bahkan menggunakan usaha orang tuanya, yaitu toko sembako, sebagai dasar pengajuan.

“Modal pertama langsung dari KUR. Pinjam Rp30 juta, lalu berkembang jadi Rp50 juta, hingga Rp100 juta. Tanpa jaminan, bunga rendah, sangat membantu,” kenangnya. Jum’at 29 Mei 2026 dengan nada penuh semangat.
Dana itu kemudian ia gunakan untuk membeli depo air isi ulang pada tahun 2019, setelah mencari inspirasi lewat media sosial.
BACA JUGA: Raja Setrika Uap, Cerita UMKM Tumbuh Bersama KUR BRI
Menyulam Peluang
Mengapa air isi ulang? Jawaban Sulton sederhana karena air adalah kebutuhan pokok.
“Setiap hari orang butuh air. Pasarnya jelas, jadi saya yakin ini menjanjikan,” ujarnya.
Ia pun memilih strategi jemput bola, mengantar galon ke rumah warga, menerima pesanan lewat telepon atau WhatsApp. Layanan personal ini membuat pelanggan merasa dekat dan dimudahkan.
Dari Sepeda ke Pickup
Perjalanan usaha ini ibarat aliran sungai yang terus membesar. Dari awal hanya bermodalkan sepeda, kini Sulton sudah memiliki pickup untuk distribusi.
BACA JUGA: Dari Kuli Tinta ke Pengusaha Mebel, Bangun Harapan lewat KUR BRI
Produksi harian mencapai 52–100 galon, bahkan lebih. Ia menjangkau desa-desa sekitar, termasuk Wilayah Blega dan Wilayah Kecamatan Konang.
“Lucunya, ada usaha isi ulang lain yang justru mengambil pasokan dari saya,” katanya sambil tersenyum.
Menebar Manfaat
Usaha ini bukan hanya mengubah kehidupan keluarga Sulton, tetapi juga membuka lapangan kerja. Awalnya hanya dibantu adiknya, kini ia memiliki dua karyawan tetap dan beberapa tenaga freelance saat permintaan meningkat, seperti di musim lebaran.
“Alhamdulillah, usaha ini membawa manfaat bagi banyak orang,” tuturnya.
Mustofi, salah satu karyawan, mengaku betah bekerja di Sahabat Galon. “Saya merasa nyaman di sini. Pekerjaan ini bisa membantu ekonomi keluarga saya,” tuturnya sambil mengangkat galon yang sudah berisi air ke mobi Pickup yang hendak dikirimnya.
Pelanggan Setia
Di antara pelanggan yang paling berkesan, Sulton menyebut tiga dapur MBG sebagai pelanggan setianya. Setiap minggu, ia mengirimkan satu pickup penuh galon ke dapur-dapur tersebut.
“Kalau MBG itu bisa 6 sampai 10 galon per hari. Mereka sudah percaya kualitas air dari Sahabat Galon,” jelasnya. Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa layanan dan kualitas yang ia jaga benar-benar dirasakan masyarakat.
Salah satu pelanggan, Moh Hosni, mengungkapkan pengalamannya. “Air dari Sahabat Galon rasanya lebih segar, dan yang paling penting selalu diantar tepat waktu, Order lewat chat WhatsApp tak lama kemudian sudah sampai. Juga Kalau ada masalah, langsung diganti tanpa ribet. Itu yang bikin kami nyaman jadi pelanggan tetap,” ujarnya.
Tantangan yang Dihadapi
Kendala tentu ada, seperti keterlambatan pasokan tangki. Namun Sulton selalu menjaga kepercayaan pelanggan dengan memberikan garansi.
“Kalau ada galon kurang bersih, langsung saya ganti,” tegasnya. Pelayanan prima menjadi pembeda Sahabat Galon dibanding usaha lain.
Kisah Sulton adalah gambaran nyata bagaimana KUR BRI menjadi jembatan mimpi bagi UMKM di pelosok desa. Dari Rp30 juta pertama dengan dasar usaha orang tua, kini usaha Sahabat Galon tumbuh pesat, menjangkau banyak desa, dan menjadi sumber penghidupan bagi keluarga serta masyarakat sekitar.
“KUR itu sangat membantu. Bunga rendah, proses mudah, dan usaha bisa berkembang,” tutup Sulton penuh syukur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....