Raja Setrika Uap, Cerita UMKM Tumbuh Bersama KUR BRI
- 14 Mei 2026 15:28 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Bangkalan - Di sebuah rumah sederhana di Jalan Jeruk No. 33, Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, suara mesin cuci berpadu dengan uap panas setrika. Di balik aktivitas itu, berdiri seorang pria bernama Syaiful Islam, pemilik Raja Setrika Uap, yang sejak 2016 berjuang membangun usaha laundry demi menopang ekonomi keluarga.
BACA JUGA: Dari SPG ke Owner Laundry Berkat KUR BRI
Syaiful tidak lahir dari keluarga pebisnis besar. Dorongan utamanya sederhana, agar kebutuhan keluarga tercukupi, anak bisa mondok, dan rumah tangga berjalan lebih baik.
“Motivasi utama membuka laundry ya untuk menunjang ekonomi keluarga,” tuturnya. Kamis, 14 Mei 2026. Usahanya dimulai kecil, dengan pelanggan yang awalnya hanya tahu dari brosur dan kabar mulut ke mulut.
BACA JUGA: Kafe Klasik: Dari Hobi Nongkrong ke Ruang Edukatif Mahasiswa
Awal berdiri, pelanggan masih sedikit. Namun, seiring waktu, kepercayaan tumbuh. Kini, dua karyawan membantu di bagian cuci dan setrika. Layanan unggulan berupa setrika uap membuat hasil lebih rapi dan cepat, menjadi pembeda dari laundry lain. Meski skala usaha masih menengah, dampaknya terasa nyata bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Perjalanan Raja Setrika Uap tak lepas dari dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Syaiful beberapa kali mengajukan pinjaman, mulai Rp10 juta, naik Rp15 juta, Rp20 juta, sempat turun Rp15 juta, dan kini sedang menunggu persetujuan Rp20 juta lagi.
“Alhamdulillah, senang sekali ketika pinjaman disetujui. Modal tambahan dipakai beli mesin cuci dan peralatan laundry,” ujarnya.
Ia mengakui proses administrasi memang butuh belajar, dan survei kadang agak lama. Namun bunga kecil KUR jauh lebih meringankan dibanding pinjam ke rentenir.
BACA JUGA: Dari Karyawan Kontrak, KUR BRI Menjadi Jalan Tol Bisnis Wisata
“Kalau arisan belum tentu dapat, kalau rentenir bunganya mencekik. KUR ini sangat membantu UMKM,” ucapnya dengan penuh semangat.
Bagi Nurhsanan, salah satu karyawan yang sudah bekerja enam tahun di Raja Setrika Uap, usaha ini bukan sekadar tempat mencari nafkah.
“Alhamdulillah, pekerjaan ini sangat menunjang kebutuhan ekonomi keluarga saya. Dari sini saya bisa membantu orang tua dan membiayai kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya dengan senyum tulus. Testimoni Nurhsanan menegaskan bahwa usaha kecil ini memberi dampak nyata, bukan hanya bagi pemilik, tetapi juga bagi pekerjanya.
Dengan usaha yang berjalan, ekonomi keluarga lebih stabil. Biaya anak mondok terpenuhi, kebutuhan rumah tangga tercukupi. Tetangga dan kerabat pun ikut terinspirasi untuk mencoba usaha serupa. Bahkan beberapa pelanggan memilih transfer via BRI agar lebih praktis.
Syaiful bermimpi agar Raja Setrika Uap semakin besar, punya lebih banyak pelanggan, peralatan modern, bahkan membuka cabang di tempat lain. Ia juga berharap proses pengajuan KUR semakin cepat dan mudah, sehingga UMKM bisa lebih leluasa berkembang.
Dari rumah sederhana di Desa Langkap Burneh, lahir sebuah usaha yang bukan hanya mengubah ekonomi keluarga, tetapi juga memberi inspirasi bagi lingkungan sekitar. Raja Setrika Uap menjadi bukti bahwa dengan tekad, kerja keras, dan dukungan KUR BRI, mimpi kecil bisa tumbuh menjadi harapan besar dan memberi manfaat bagi banyak orang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....