Dari Kuli Tinta ke Pengusaha Mebel, Bangun Harapan lewat KUR BRI

  • 16 Mei 2026 20:00 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Bangkalan: Pagi menjelang siang Sabtu, 16 Mei 2026. Di sebuah sudut Kompleks Grand Semit, Mertajasah, Bangkalan. Deru mesin gergaji bersahutan dengan suara gerinda yang memotong kayu, disusul bunyi ampelas yang menghaluskan permukaan sudah menjadi rutinitas setiap hari. Aroma kayu bercampur cat memenuhi ruangan, menjadi saksi perjalanan seorang ayah dua anak bernama Abdul Hamed, 37 tahun.

BACA JUGA: Kafe Klasik: Dari Hobi Nongkrong ke Ruang Edukatif Mahasiswa

Dengan berkemeja sederhana, celana jeans, dan sepatu kerja, Hamed tampak tegas mengawasi 10 karyawannya. Mereka tengah menyelesaikan orderan interior rumah dan backdrop TV. Setiap detail ia periksa, memastikan kualitas sebelum dikirim ke pelanggan. Dari tangan yang dulu pernah menulis berita sebagai wartawan, kini Hamed kembali ke dunia yang sejak lama melekat di pikirannya yaitu mebel.

Abdul Hamed sedang mengontrol hasil pekerjaan para karyawannya. Sabtu, 16 Mei 2026.

Sejak kuliah, ia sudah mengenal kayu. Pernah bekerja di bengkel mebel atas dorongan seorang ustaz, lalu beralih profesi menjadi wartawan media online. Namun bayangan mebel tak pernah hilang. Tahun 2023, ia mulai merintis usaha dengan backdrop event dan dekorasi panggung. Dari sana lahirlah PT. Putra Hasini Makmur, yang kini fokus pada interior rumah, kantor, hingga custom furniture.

BACA JUGA: Raja Setrika Uap, Cerita UMKM Tumbuh Bersama KUR BRI

Awalnya, modal usaha ia kumpulkan sendiri. Pernah mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI Rp20 juta, namun baru benar-benar serius kembali saat usaha mebel mulai berjalan. Kali ini, ia mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI Rp100 juta.

“Prosesnya cepat, hanya dua hari dana cair, cicilannya rendah, enam persen. Sangat membantu sekali dalam pengembangan usaha saya,” ungkap Hamed.

Dana itu digunakan untuk menyewa tempat, membeli alat, dan menambah modal perputaran, karena di dunia mebel, material harus dibeli sebelum proyek berjalan.

BACA JUGA: Dari Alergi Bank, Agen BRILink Menjadi Pusat Perbankan Warga Desa

Kini, Hamed memimpin 10 karyawan. Produk yang paling diminati masyarakat adalah kitchen set dan backdrop TV, disusul custom kamar dan sofa. Strategi promosi awal ia bangun dari jaringan event organizer, lalu merambah ke media sosial.

“Tantangan tentu ada, pernah seorang pelanggan meminta perubahan warna setelah produksi selesai. Jadi kalau sudah jadi, mau diubah, ya kena biaya tambahan,” katanya sambil tersenyum.

Perubahan terbesar yang ia rasakan adalah bertambahnya income untuk keluarga. Dari hasil usaha, ia bahkan sudah membeli tanah untuk workshop baru. Mimpinya kini lebih besar bekerjasama dengan perusahaan, hotel, atau developer besar agar manajemen dan quality control lebih tertata.

“Selama ini orderan tidak pernah putus, tapi capek juga kalau harus terus cari. Kalau sudah korporasi, lebih enak, lebih terkoordinir,” ujarnya pria kelahiran Sampang itu.

Bagi Hamed, dukungan keluarga adalah energi utama. Dan KUR BRI menjadi katalis yang membuat langkahnya lebih bernafas panjang.

“Teman-teman UMKM harus terus berinovasi, terus belajar mengembangkan usaha. Salah satunya bisa ambil pendanaan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Bunganya rendah, prosesnya mudah, tapi jangan berhenti belajar. Intinya haru berkembang, dan terus berkembang usahanya,” pesan Hamed sembari melihat notifikasi di layar hand phonenya pesan WasthApp dari customernya yang menanyakan pesenya kapan selesai.

Kualitas hasil karya Hamed juga mulai dikenal luas. Salah satunya Kantor baru Aura Tour & Travel yang terletak di Jalan KH. Moh Kholil Gg. VII Kemayoran, Bangkalan, tampil elegan dengan interior pesanan khusus dari Hamed. Ra Husen, sang owner, mengaku puas dengan hasil pekerjaanya. “Interiornya rapi, elegan, sesuai harapan,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....