Goa Gunung Kombeng, Pesona Alam Tersembunyi di Kutai Timur
- 19 Agt 2024 07:34 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Goa di Gunung Kombeng, yang terletak di Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur merupakan salah satu destinasi wisata alam yang menarik, karena goa ini dikenal dengan keunikan formasi stalaktit dan stalagmitnya, serta keindahan alam bawah tanah yang memikat para pengunjung.
Bahkan goa ini kerap menjadi tujuan bagi para peneliti dan pecinta alam yang tertarik dengan geologi dan speleologi, yaitu ilmu tentang gua. Selain itu, goa ini juga memiliki nilai sejarah dan mitos bagi masyarakat setempat, yang sering mengaitkannya dengan cerita-cerita rakyat atau kepercayaan tradisional.
Dilansir dari laman wikipedia.org, Gua ini merupakan petunjuk permukiman kuno yang jauh dari daerah aliran Sungai Mahakam dan mendapat pengaruh budaya India di desa tersebut. Secara visual, di bagian depan gua terdapat aliran sungai kecil dengan lebar sekitar 3-4 meter dan kedalaman hanya mencapai satu meter. Sehingga, pengunjung dapat menyeberang tanpa menggunakan jembatan.
Pada Gua Gunung Kombeng, terdapat sejumlah arca yang disusun berjajar di dekat mulut gua. Arca-arca tersebut merupakan peninggalan pantheon Hindu, seperti Siwa Mahadewa, Siwa Mahaguru, dan Ganesa serta pantheon Buddha, seperti Wajrapani dan Kartikeya (OV 1914: 152). Selain arca-arca tersebut, ada sepasang arca yang biasanya ditemukan di sebelah kiri dan kanan pintu masuk sebuah bangunan suci. Kedua arca tersebut adalah arca penjaga Mahakala dan Nanaiswara.
Gua unik ini juga menyimpan banyak mitos yang oleh sebagian warga dipercaya sebagai tempat suci. Bahkan, memiliki keterkaitan sejarah bagi pemeluk agama dan kepercayaan tertentu. Seperti duktip dari laman indonesiainside.id, bahwa Gua Kombeng terkenal juga dengan sebutan Gua Angin karena mengembuskan udara sejuk di pintu masuknya. Selain sebagai situs purbakala yang banyak dikunjungi para pelancong.
Gua Kongbeng menjadi tempat peribadatan dua pemeluk agama dan kepercayaan di Kutai Timur. Karena itu, para pengunjung yang datang tidak sembarang diberi akses masuk. Tidak jauh dari lokasi di kawasan bukit karst ini, ada pemukiman transmigrasi warga Bali ini. Karenanya, banyak para penganut agama Hindu mengadakan ritual di tempat ini.
Bagi umat Katolik, gua purbakala ini menjadi tempat berziarah dan berdoa. Itulah yang mengangkat tingkat kunjungan warga terutama menjelang libur Natal dan tahun baru. Sementara bagi warga Dayak Wehea mempercayai, kawasan Gua Kongbeng ini adalah perkampungan nenek moyang mereka yaitu, Raja Mulawarman. Gua ini dahulunya dipercaya sebagai tempat pemujaan raja-raja Kudungga di abad keempat Masehi.
Keindahan alam sekitar Gunung Kombeng dan goa-goa yang ada di dalamnya juga menjadi daya tarik bagi para fotografer dan penggemar petualangan. Jalur menuju goa ini mungkin memerlukan sedikit usaha karena medannya yang cukup menantang, namun pemandangan yang disuguhkan sepadan dengan perjalanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....