Mahakam Mask Carnival Diundur, Digelar Bertepatan Hari Pariwisata

  • 22 Agt 2026 15:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Dinas Pariwisata Kalimantan Timur menggeser pelaksanaan Mahakam Mask Carnival dari akhir Agustus ke September 2026. Penjadwalan ulang dilakukan untuk menghindari kepadatan agenda pawai di Samarinda sekaligus memberi momentum baru bagi festival seni dan budaya tersebut.

Mahakam Mask Carnival yang semula dijadwalkan pada 30 Agustus 2026 kini akan digelar pada 27 September 2026. Tanggal baru tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Pariwisata Sedunia.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, perubahan jadwal dilakukan setelah melihat agenda pawai dan kegiatan masyarakat di Samarinda selama Agustus yang cukup padat.

“Mahakam Mask Carnival kami undur agar tidak bertabrakan dengan agenda pawai lainnya,” ujar Faisal saat dikonfirmasi, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Menurutnya, Mahakam Mask Carnival pada awalnya disiapkan untuk mengisi ruang kegiatan pawai di Samarinda selama Agustus. Namun, perkembangan agenda masyarakat dan komunitas justru membuat jadwal pawai pada bulan tersebut semakin beragam.

“Awalnya kami mengisi kekosongan pawai, tetapi agenda Agustus akhirnya cukup padat,” katanya.

Pengunduran jadwal tersebut kemudian memberikan peluang bagi Dispar Kaltim untuk menempatkan Mahakam Mask Carnival pada momentum yang lebih relevan. Bertepatan dengan Hari Pariwisata Sedunia, kegiatan diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Faisal memastikan perubahan jadwal tidak berarti seluruh kegiatan pawai di Samarinda selama Agustus dihentikan. Sejumlah komunitas dan kelompok masyarakat tetap menjalankan agenda masing-masing sesuai jadwal yang telah mereka susun.

“Pawai tetap ada di Samarinda, hanya Mahakam Mask Carnival kami geser jadwal,” ucapya.

Mahakam Mask Carnival juga tetap dirancang sebagai ruang pertemuan komunitas seni, budaya, dan pariwisata. Dispar Kaltim membuka kesempatan bagi komunitas serta pelaku ekonomi kreatif untuk ikut menampilkan kreativitas mereka melalui festival tersebut.

Konsep topeng menjadi kekuatan utama kegiatan. Peserta nantinya dapat mengeksplorasi berbagai bentuk topeng sekaligus mengemasnya dalam atraksi yang mencerminkan kreativitas dan kekayaan seni budaya Kaltim.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang ekspresi komunitas seni dan budaya Kaltim,” ujar Faisal.

Dari sisi pelaksanaan, pawai direncanakan menggunakan rute pendek dengan titik awal di Taman Samarinda dan berakhir di Kantor Gubernur Kaltim. Jarak rute diperkirakan sekitar dua hingga tiga kilometer.

Peserta dijadwalkan berkumpul mulai pukul 07.00 WITA sebelum bergerak menuju halaman Kantor Gubernur Kaltim. Setelah tiba, peserta akan mendapat ruang untuk menampilkan atraksi menggunakan beragam jenis topeng.

Rute yang relatif pendek diharapkan membuat kegiatan lebih mudah diikuti masyarakat sekaligus memberi ruang bagi peserta untuk menampilkan kreativitas tanpa membebani rangkaian acara.

Penjadwalan ulang juga memberikan tambahan waktu bagi panitia dan komunitas untuk mempersiapkan penampilan. Waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat promosi, mengemas atraksi, serta meningkatkan keterlibatan pelaku ekonomi kreatif.

Bagi Dispar Kaltim, Mahakam Mask Carnival diharapkan dapat berkembang sebagai agenda yang mempertemukan pariwisata, seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang promosi potensi daerah melalui keterlibatan langsung komunitas.

“Kami berharap pelaksanaan September nanti berjalan lebih maksimal dan dinikmati masyarakat,” ucap Faisal.

Dengan jadwal baru tersebut, Mahakam Mask Carnival kini memiliki waktu persiapan lebih panjang sebelum digelar pada 27 September 2026. Momentum Hari Pariwisata Sedunia diharapkan semakin memperkuat pesan bahwa pengembangan pariwisata dapat berjalan beriringan dengan kreativitas komunitas dan ekonomi lokal.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....