Festival Bekudung Betiung dan Hari Jadi ke-263 Kampung Tumbit Dayak Resmi Dibuka
- 26 Jun 2026 07:21 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Festival Bekudung Betiung yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi ke-263 Kampung Tumbit Dayak resmi dibuka oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, pada Kamis 25 Juni 2026, di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung.
Kegiatan budaya tahunan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau Yudha Budi Santosa, Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setkab Berau Andi Marewangeng, unsur Forkopimcam Sambaliung, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah kampung, serta tamu undangan dari berbagai wilayah.
Pembukaan festival ditandai dengan rangkaian prosesi adat yang menjadi ciri khas masyarakat Dayak Tumbit Dayak. Festival Bekudung Betiung merupakan salah satu tradisi budaya yang hingga kini tetap lestari dan menjadi identitas masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Berau Gamalis menyampaikan Festival Bekudung Betiung merupakan warisan budaya masyarakat Dayak yang sarat akan nilai-nilai tradisi, kebersamaan, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
"Festival ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Berbagai rangkaian kegiatan adat yang dilaksanakan mencerminkan kekayaan budaya serta identitas masyarakat Dayak yang menjadi kebanggaan Kabupaten Berau," ujarnya.

Ia menjelaskan, tradisi Bekudung Betiung memuat berbagai rangkaian adat yang memiliki makna mendalam. Mulai dari prosesi Jak Gai sebagai simbol penghormatan kepada leluhur, Batiung dan Bejiak yang mencerminkan nilai kebersamaan dan rasa syukur, hingga kunjungan adat ke Rumah Kepala Tua sebagai bentuk penghargaan kepada para pemangku adat dan tokoh masyarakat.
Selain itu, terdapat pula tradisi Panjat Piruai, yakni kegiatan mengambil madu hutan dari pohon-pohon tinggi yang telah dilakukan secara turun-temurun. Tradisi tersebut menunjukkan keterampilan dan keberanian masyarakat, sekaligus menggambarkan hubungan harmonis antara manusia dengan alam.
"Bagi masyarakat Dayak, hutan bukan hanya sumber penghidupan, tetapi merupakan bagian penting dari kehidupan yang harus dijaga dan dilestarikan bersama," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh masyarakat Kampung Tumbit Dayak, para tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah kampung, serta jajaran Kecamatan Sambaliung yang terus berkomitmen menjaga eksistensi budaya daerah di tengah arus perkembangan zaman.
Menurutnya, komitmen bersama dalam mempertahankan tradisi merupakan modal penting agar warisan budaya tetap hidup dan dapat dikenal oleh generasi mendatang.
Pemerintah Kabupaten Berau, lanjut Gamalis, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan pelestarian budaya yang menjadi bagian dari kekayaan daerah.

Selain menjaga jati diri dan identitas masyarakat, penyelenggaraan Festival Bekudung Betiung dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya.
"Melalui festival ini, kami berharap semakin banyak wisatawan yang mengenal keberagaman budaya Berau. Hal ini tentu akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Berau sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan budaya," ucapnya.
Peringatan Hari Jadi ke-263 Kampung Tumbit Dayak menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Festival Bekudung Betiung pun diharapkan terus menjadi agenda budaya unggulan yang mampu memperkenalkan kekayaan adat dan tradisi Berau kepada masyarakat yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional. (Diskominfo Berau-IKP/Er/Rf)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....