Derawan Perkuat Wisata Hijau lewat Pengelolaan Sampah

  • 15 Mei 2026 08:00 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Berau – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis lingkungan di kawasan wisata bahari Pulau Derawan sebagai upaya menjaga keberlanjutan pariwisata pesisir. Upaya tersebut ditunjukkan melalui kunjungan peninjauan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Pulau Derawan, Rabu 13 Mei 2026.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mendampingi langsung rangkaian kegiatan Plastic Smart Islands yang mempertemukan peserta dari Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Forum tersebut menjadi wadah kolaborasi pengendalian sampah plastik di kawasan pesisir dan kepulauan, sekaligus memperkuat komitmen pengembangan pariwisata berkelanjutan di wilayah maritim.

Kegiatan itu juga menjadi ajang berbagi praktik baik pengelolaan sampah berbasis masyarakat di kawasan wisata unggulan Kabupaten Berau. TPS3R Pulau Derawan dinilai sebagai salah satu contoh pengelolaan sampah terpadu yang mampu mendukung kebersihan destinasi wisata sekaligus menjaga kelestarian lingkungan laut.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung proses pemilahan sampah organik dan anorganik yang dilakukan masyarakat setempat. Sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan ternak berupa maggot, sementara sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang agar memiliki nilai ekonomi.

Pendekatan tersebut dinilai tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang mencemari lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di kawasan wisata.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan sektor pariwisata dan kelestarian lingkungan memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, kebersihan kawasan wisata menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kenyamanan wisatawan serta keberlangsungan ekosistem laut.

“Pariwisata dan lingkungan tidak bisa dipisahkan. Jika pengelolaan sampah tidak dilakukan dengan baik, maka akan berdampak langsung terhadap kenyamanan wisatawan dan kelestarian ekosistem laut,” ujarnya.

Ia mengatakan pengembangan TPS3R merupakan langkah strategis untuk mendukung kawasan wisata yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Selain menekan pencemaran lingkungan, sistem pengelolaan sampah berbasis 3R juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir.

"Pulau Derawan dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan nasional dengan kekayaan terumbu karang, biota laut, serta ekosistem pesisir yang menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, peningkatan aktivitas wisata juga memunculkan tantangan baru berupa meningkatnya produksi sampah plastik di kawasan pulau," katanya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat edukasi dan gerakan pengurangan sampah plastik di masyarakat. Langkah tersebut dilakukan melalui pelibatan komunitas, pengelola wisata, hingga kelompok masyarakat pesisir agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi lintas negara dalam kegiatan Plastic Smart Islands, Kabupaten Berau diharapkan mampu memperkuat posisi Pulau Derawan sebagai destinasi wisata bahari yang tidak hanya indah, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....