Mahakam Explore: Dari Nutuk Beham hingga Jelajah Kaltim

  • 11 Apr 2026 15:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Mahakam dengan pesonanya memiliki beragam kekayaan dan keindahan alam yang luar biasa untuk ditelusuri lebih lanjut. Hal tersebut dirasakan langsung oleh M. Innalhamda Rachman saat menjelajahi berbagai tempat di Kalimantan Timur dan mencetuskan ide berdirinya Mahakam Explore, komunitas yang berfokus di bidang pariwisata Kalimantan Timur.

Dalam kesempatannya menghadiri dialog di SPADA (Selamat Pagi Teman Pro 2) edisi Budaya dan Pariwisata di RRI Pro 2 Samarinda, ia berbagi pengalaman saat terbentuknya komunitas tersebut. “Event pertama kita coba angkat di Kedang Ipil. Di situ ada festival Nutuk Beham,” ucapnya.

Dikutip dari lama kukarkab.go.id, Festival Budaya Adat Lawas Nutuk Beham yang diselenggarakan di Desa Kedang Ipil. Kutai Kartanegara merupakan ritual adat pascapanen yang diselenggarakan setiap tahunnya. Festival tersebut dirayakan sebagai rasa syukur atas hasil padi dan diadakan sekitar bulan Mei.

Festival ini menampilkan tradisi menumbuk pagi, permainan tradisional, dan memperkuat status Kedang Ipil sebagai desai budaya dan pariwisata. Melihat hal tersebut membuat Innal merasa kagum, “Ternyata Kutai ini ada panen padinya juga, ya. Tidak hanya Dayak. Tahunya kan hanya Dayak Kenyah,” ucapnya dikutip Sabtu, 11 April 2026.

Mahakam Explore hadir datang ke festival tersebut untuk membantu mensukseskan acara tersebut. “Kita datang ke sana dan mau bantu promo, tapi kita tidak bisa menjanjikan seberapa banyak pengunjung nanti yang datang,” katanya.

Menurutnya, saat itu Mahakam Explore masih baru berdiri, namun hasilnya ternyata membuahkan hal baik. “Alhamdulillah saat itu ada sekitar 100 orang yang ikut. Setengahnya dari komunitas, dan setengahnya lagi Dinas Pariwisata Kaltim dan Kabupaten,” ucapnya.

Setelah Nutuk Beham, ia merasa semakin terpacu untuk memperkenalkan berbagai wilayah di Kalimantan Timur yang memiliki banyak cerita dan budaya untuk dibagikan banyak orang. “Akhirnya dari situ kita mulai berkeliling secara mandiri. Terkadang diajak oleh Dispar (Dinas Pariwisata), terkadang juga patungan sama teman,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....