MASATA Bontang Dorong Aksi Nyata Pengelolaan Pulau Beras Basah
- 08 Apr 2026 17:11 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pulau Beras Basah di Kota Bontang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan wisata bahari yang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. Keindahan pasir putih dan panorama lautnya menjadikan pulau ini kerap disebut sebagai “permata” objek destinasi tujuan wisata (ODTW) di Kota Bontang. Namun, di balik potensinya yang besar, pengelolaan destinasi ini dinilai masih membutuhkan langkah konkret agar tidak hanya berhenti pada tataran konsep.
Menanggapi pernyataan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang terkait pengelolaan Pulau Beras Basah, Dewan Pimpinan Cabang Masyarakat Sadar Wisata (DPC MASATA) Kota Bontang menekankan pentingnya aksi nyata. Ketua DPC MASATA Bontang, Eko Satrya, menilai bahwa pengelolaan destinasi unggulan tersebut harus segera diwujudkan dalam program yang terukur dan berkelanjutan.
Menurut Eko, langkah konkret dapat dimulai dari penerapan edukasi “Sampah Tuntas” yang tidak hanya sebatas imbauan, tetapi juga disertai pengawasan ketat di lapangan. Selain itu, kegiatan bersih-bersih secara masif juga perlu dilakukan secara rutin dengan melibatkan komunitas pariwisata, sehingga menjaga kebersihan lingkungan tidak bersifat seremonial semata.
“Pulau Beras Basah adalah permata wisata Bontang. Pengelolaannya tidak boleh hanya berhenti pada konsep atau wacana, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang terukur dan berkelanjutan,” ujar Eko Satrya.
Selain aspek kebersihan, MASATA juga menyoroti pentingnya penataan fasilitas dan pedagang di kawasan wisata. Penertiban gazebo serta pengaturan pedagang dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus menjaga estetika kawasan. Di sisi lain, penyediaan sarana keselamatan seperti papan peringatan dan kesiapan tim SAR atau BPBD juga menjadi perhatian, terutama saat musim libur.
MASATA juga mendorong percepatan kejelasan legalitas pengelolaan Pulau Beras Basah, baik melalui pelibatan pihak ketiga maupun penguatan status aset. Langkah ini dinilai penting agar ada pihak yang bertanggung jawab secara profesional dalam pengelolaan, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Lebih lanjut, MASATA menawarkan konsep pengelolaan berbasis pendekatan komprehensif melalui integrasi komponen pariwisata 7A, yakni atraksi, aksesibilitas, amenitas, akomodasi, aktivitas, ancillary service, dan awareness. Pendekatan ini menggabungkan aspek infrastruktur, pelayanan, serta kesadaran masyarakat dalam menciptakan destinasi yang berdaya saing.
Eko menegaskan bahwa konsep tersebut juga mengedepankan kolaborasi lintas sektor atau “kolaborasinergi” antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Melalui pendekatan ini, pengelolaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan sosial dan lingkungan.
“Jika diberi kesempatan, MASATA siap terlibat dalam penataan dan pengelolaan Pulau Beras Basah dengan pendekatan terintegrasi yang melibatkan semua pemangku kepentingan,” ucapnya.
Dengan berbagai usulan tersebut, MASATA berharap Pulau Beras Basah dapat dikelola secara lebih profesional dan berkelanjutan. Penataan yang tepat diyakini tidak hanya akan meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan di kawasan pesisir Bontang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....