Pesona Bantimurung: Sejarah dan Modernisasi Kerajaan Kupu-Kupu

  • 24 Jan 2026 19:22 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Taman Nasional Bantimurung di Sulawesi Selatan tetap berdiri kokoh sebagai salah satu destinasi wisata alam paling ikonik di Indonesia. Dikenal secara luas sebagai "The Kingdom of Butterfly", kawasan ini menawarkan perpaduan unik antara air terjun megah, gua prasejarah, dan keanekaragaman hayati yang telah memikat wisatawan lintas generasi.

Secara geografis, Wisata Bantimurung terletak di Jalan Poros Maros-Bone KM 12, Kalabirang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Lokasinya cukup strategis dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam perjalanan darat dari Kota Makassar, menjadikannya destinasi favorit bagi warga lokal maupun pelancong dari luar daerah.

Dalam program "Pantas Bugis" di RRI Samarinda, Indo' Siti menyoroti perubahan signifikan pada wajah Bantimurung saat ini dibandingkan beberapa dekade lalu. Ia mencermati bahwa penataan kawasan kini jauh lebih rapi dan mengikuti perkembangan zaman, terutama pada akses masuk dan fasilitas pendukungnya.

"Sekarang jalur masuknya sudah jalur dua dan tertata rapi dengan tanaman di kiri dan kanan, dulu jalannya tidak seperti itu," ujar Indo' Siti saat berbincang mengenai transformasi fisik kawasan tersebut dikutip pada hari Senin, 19 Januari 2026. Ia menambahkan bahwa monumen kupu-kupu dan monyet raksasa di gerbang depan kini menjadi simbol modernitas yang menyambut pengunjung.

Bagi pengunjung yang ingin merencanakan liburan, terdapat perbedaan tarif antara hari kerja dan hari libur. Berdasarkan informasi terbaru, Harga Tiket Masuk (HTM) untuk wisatawan domestik pada hari kerja (weekday) adalah Rp.35.000, sedangkan pada akhir pekan (weekend) atau hari libur nasional naik menjadi Rp.40.000. Sementara itu, wisatawan mancanegara dikenakan tarif tetap sebesar Rp.225.000 hingga Rp.255.000.

Destinasi utama di dalam kawasan ini adalah Air Terjun Bantimurung yang memiliki aliran air jernih dan lebar. Di bawah kucuran airnya, pengunjung sering menghabiskan waktu dengan menyewa ban pelampung seharga Rp.5.000 hingga Rp.10.000 untuk bermain di kolam pemandian alami. Petualangan berlanjut ke Goa Batu dan Goa Mimpi yang eksotis, di mana wisatawan harus mendaki "Tangga Seribu" yang legendaris untuk mencapainya.

Modernisasi yang dilakukan pemerintah daerah terbukti meningkatkan daya saing Bantimurung. Dengan fasilitas yang kini dilengkapi museum kupu-kupu, area perkemahan, dan penginapan yang teratur, Bantimurung tidak hanya menjadi tempat nostalgia bagi para perantau Bugis di Samarinda, tetapi juga destinasi kelas dunia yang terus memberikan kontribusi besar bagi pariwisata Sulawesi Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....