MASATA Dorong Ruang Terbuka Publik Terintegrasi di Bontang
- 17 Jan 2026 13:46 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Kebutuhan akan Ruang Terbuka Publik (RTP) yang representatif di Kota Bontang menjadi sorotan serius Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Kota Bontang. Hingga kini, Bontang dinilai belum memiliki pusat keramaian publik sekelas taman kota atau alun-alun yang terintegrasi secara maksimal sebagai ruang berkumpul masyarakat.
Ketiadaan RTP yang memadai dinilai berdampak pada terbatasnya ruang interaksi sosial warga. Padahal, keberadaan ruang terbuka yang aman, nyaman, dan mudah diakses menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat perkotaan, baik untuk rekreasi, edukasi, maupun aktivitas ekonomi kreatif.
Pengurus MASATA Kota Bontang, Jusmin, mengungkapkan bahwa masyarakat merindukan kawasan terbuka, baik di pusat kota maupun wilayah pesisir, yang dapat dinikmati tanpa biaya masuk. “Masyarakat membutuhkan ruang dengan pemandangan alam yang aman dan nyaman, yang bisa diakses semua kalangan tanpa beban biaya,” ujarnya.
MASATA membayangkan konsep RTP yang tidak sekadar menjadi lahan terbuka, melainkan pusat interaksi warga yang humanis dan multifungsi. Ruang tersebut diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan rekreasi, memperkuat kohesi sosial, sekaligus menjadi wadah ekspresi budaya masyarakat.
Konsep RTP yang diusung MASATA mencakup beberapa fungsi utama, di antaranya sarana edukasi dan seni melalui pertunjukan budaya sebagai hiburan rakyat, area ramah keluarga dengan fasilitas bermain anak yang aman, serta sentra ekonomi berupa kawasan kuliner yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menurut Jusmin, kehadiran RTP memiliki nilai strategis bagi kesejahteraan warga. “Harapan ini bukan hanya milik MASATA, tetapi seluruh warga Bontang. RTP sudah selayaknya hadir untuk mendukung indeks kebahagiaan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif,” katanya.
Menyadari keterbatasan lahan untuk pembangunan permanen, DPC MASATA Kota Bontang di bawah kepemimpinan Eko Satrya mendorong langkah strategis melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi solusi realistis untuk menghadirkan RTP dalam waktu yang lebih dekat.
Kerja sama tersebut diarahkan pada pemanfaatan lahan milik pemerintah maupun swasta yang dapat dikreasikan sebagai RTP non-permanen. Konsep ini memungkinkan masyarakat menikmati ruang publik secara periodik, misalnya melalui kegiatan mingguan yang tertata, aman, dan berkelanjutan.
Dalam pengelolaannya, MASATA menekankan penerapan prinsip Sapta Pesona yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan berkesan melalui kolaborasi pemerintah sebagai regulator, komunitas sebagai penggerak, serta masyarakat sebagai penjaga lingkungan. Dengan hadirnya RTP yang dikelola secara profesional, Kota Bontang diharapkan memiliki ikon baru yang tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga menjadi motor promosi pariwisata, budaya lokal, dan ekonomi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....