MASATA Dorong Pariwisata Bontang Jadi Mesin Ekonomi 2026
- 08 Jan 2026 11:07 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Kota Bontang mendorong Pemerintah Kota Bontang untuk melakukan intervensi yang lebih proaktif dan progresif dalam pengembangan sektor pariwisata. Langkah ini dinilai krusial agar pariwisata dapat menjadi mesin penggerak ekonomi daerah sekaligus menekan angka pengangguran pada tahun 2026.
Ketua DPC MASATA Kota Bontang, Eko Satrya, menegaskan bahwa potensi pariwisata lokal belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, sektor ini memiliki peluang besar untuk menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi berbasis potensi lokal jika dikelola secara terencana dan berkelanjutan.
Menurutnya, terdapat empat langkah strategis yang perlu menjadi fokus utama pemerintah daerah. Pertama adalah identifikasi keunikan lokal, baik wisata alam, budaya, maupun buatan, yang memiliki nilai jual tinggi. Keunikan tersebut menjadi modal dasar untuk membangun daya tarik wisata yang kompetitif.
Langkah kedua yang disoroti adalah peningkatan aksesibilitas dan infrastruktur dasar penunjang pariwisata. Infrastruktur yang memadai dinilai menjadi kunci agar destinasi wisata mudah dijangkau dan nyaman dikunjungi, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Ketiga, MASATA menekankan pentingnya promosi digital secara masif dan terarah. Pemanfaatan platform digital diyakini mampu memperluas jangkauan promosi pariwisata Bontang hingga ke tingkat nasional dan internasional. Sementara langkah keempat adalah penguatan kolaborasi multipihak antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat.
“Potensi pariwisata Bontang penting untuk dieksplorasi, diekspos, dan diatraksikan agar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang kuat. Jika dikelola secara holistik, sektor ini akan efektif menyerap tenaga kerja lokal,” ujar Eko Satrya.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, MASATA juga mengusung Program Wisata Industri yang berfokus pada edukasi dan pengembangan sumber daya manusia. Program ini mendorong pelatihan dasar Sapta Pesona di kawasan penyangga industri guna menciptakan sinergi antara dunia industri dan masyarakat lokal.
Selain itu, MASATA mendesak kolaborasi nyata antarinstansi teknis, seperti Disnaker, DKUMPP, serta Dispoparekraf. Kolaborasi ini diarahkan pada pelatihan yang sesuai kebutuhan pasar pariwisata, mulai dari keterampilan bahasa asing dan hospitality, tata boga, manajemen keuangan, pemasaran digital, hingga kewirausahaan pengelolaan objek wisata.
“Dengan pendekatan yang terintegrasi ini, pariwisata Bontang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan melalui pengembangan UMKM dan pemberdayaan masyarakat lokal,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....