Bandara Syamsudin Noor Resmi Kembali Raih Status Internasional

  • 30 Des 2025 20:17 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Langkah strategis diambil Pemerintah Indonesia dalam memperkuat aksesibilitas udara di Pulau Kalimantan sepanjang tahun 2025. Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menyatakan pengembalian status internasional Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru pada Mei 2025 merupakan upaya mendorong investasi dan pariwisata sesuai visi Transportasi Indonesia Terintegrasi 2045. Keputusan ini dinilai krusial untuk menjadikan Kalimantan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

Pembukaan kembali status internasional ini langsung diikuti dengan langkah nyata maskapai penerbangan regional. Berdasarkan rilis resmi dari AirAsia Newsroom, maskapai tersebut meluncurkan rute langsung Kuala Lumpur–Banjarmasin perdana pada 20 Oktober 2025. Kehadiran rute ini meningkatkan total konektivitas antara Malaysia dan Indonesia menjadi 229 penerbangan mingguan, yang mempertegas peran Banjarmasin sebagai gerbang baru bagi turis internasional di Kalimantan.

CEO AirAsia Malaysia, Dato’ Captain Fareh Mazputra, menyatakan komitmennya untuk memperkuat jaringan regional melalui pembukaan rute ini. Menurut data yang dilaporkan kantor berita ANTARA News, penerbangan perdana AirAsia dari Banjarmasin menuju Kuala Lumpur tercatat sukses membawa 180 penumpang. Kesuksesan ini menunjukkan tingginya permintaan pasar akan akses transportasi udara langsung yang menghubungkan Kalimantan Selatan dengan hub internasional di Asia Tenggara.

Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, menekankan konektivitas udara langsung adalah kunci utama dalam meningkatkan daya saing sektor pariwisata nasional. Kemenpar mengonfirmasi koordinasi intensif dengan Kemenhub untuk memperluas akses ke berbagai destinasi regeneratif di Kalimantan. Kehadiran rute internasional di Bandara Syamsudin Noor diproyeksikan mampu mengakselerasi pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara pada akhir tahun 2025.

Selain Kalimantan Selatan, pemulihan status internasional juga dialami oleh Bandara Supadio di Kalimantan Barat pada Juni 2025. Biro Administrasi Pimpinan Pemerintah Provinsi Kalbar mencatat bahwa rute Pontianak–Kuching telah pulih sepenuhnya pada September 2025. Langkah ini memperkuat kerja sama bilateral dan memfasilitasi mobilitas warga di wilayah perbatasan, baik untuk urusan bisnis, pendidikan, maupun layanan kesehatan lintas negara.

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, menyampaikan apresiasi mendalam atas penetapan kembali status internasional bagi bandara di wilayahnya. Ia berharap momentum ini menjadi 'gerbang dunia' yang mampu mengekspos potensi lokal, mulai dari produk UMKM hingga kekayaan budaya Kalsel ke kancah global. Peningkatan status Bandara Syamsudin Noor ini juga dianggap sebagai persiapan matang dalam mendukung infrastruktur penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Prospek konektivitas di Kalimantan diprediksi akan semakin berkembang pesat dengan munculnya pemain baru di industri penerbangan. Laporan dari The Jakarta Post menyebutkan rencana peluncuran maskapai AirBorneo milik pemerintah Sarawak yang ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2026. Maskapai ini direncanakan akan melayani rute langsung yang menghubungkan berbagai kota besar di Pulau Borneo menuju wilayah sekitar IKN untuk mendukung integrasi regional.

Secara keseluruhan, tahun 2025 menjadi titik balik bagi infrastruktur udara di Kalimantan yang kini semakin terbuka terhadap akses dunia luar. Kepastian regulasi melalui kebijakan kementerian dan dukungan dari maskapai internasional menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan konektivitas ini. Transformasi Bandara Syamsudin Noor menjadi bandara internasional diharapkan membawa dampak domino positif bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh daratan Borneo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....