Destinasi Tematik Baru Samarinda Usung Budaya dan Kuliner
- 12 Nov 2025 14:11 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Pemerintah Kota Samarinda tengah menyiapkan sejumlah destinasi wisata tematik yang diproyeksikan menjadi ikon baru kota jasa di Kalimantan Timur. Dua di antaranya adalah Kampung Nasi Kuning dan Kampung Pecinaan, yang dirancang menggabungkan unsur budaya, kuliner, dan edukasi.
Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Diana Pida, mengatakan Kampung Nasi Kuning akan dikembangkan di kawasan Lambung Mangkurat sebagai pusat wisata kuliner khas Samarinda.
“Konsepnya tidak hanya menjual makanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya. Pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan nasi kuning dan berinteraksi dengan pelaku UMKM setempat,” ujarnya kepada rri.co.id, Rabu (12/11/2025).
Selain itu, Kampung Pecinaan yang direncanakan di kawasan Sempekong, sepanjang Jalan Yos Sudarso hingga Jalan Mulawarman, juga disiapkan sebagai destinasi wisata tematik bernuansa oriental.
“Masih dalam tahap pembahasan dan presentasi investor. Nantinya konsepnya seperti berada di kawasan China Town dengan kuliner khas Tionghoa dan sentuhan budaya Mandarin,” kata Diana.
Revitalisasi kawasan Pecinaan menjadi salah satu proyek strategis Pemkot Samarinda di bawah arahan Wali Kota Andi Harun. Nantinya, kawasan tersebut akan menampilkan arsitektur bergaya Tiongkok yang berpadu dengan unsur lokal Kutai, dengan maskot naga Cina dan naga Erau sebagai simbol keragaman budaya.
Pemerintah juga berkolaborasi dengan komunitas Tionghoa melalui Klenteng Tien Le Kong, serta pemilik ruko dan rumah di kawasan tersebut.
“Pemerintah berperan pada sisi infrastruktur seperti jalan dan drainase, sementara masyarakat melakukan renovasi bangunan dengan ciri arsitektur Tiongkok. Ini menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam membangun identitas kota yang beragam,” katanya.
Lebih lanjut, Diana menyebut kawasan Pecinaan nantinya akan terintegrasi dengan Teras Samarinda dan Citra Niaga, sehingga wisatawan dapat menikmati rangkaian wisata budaya, kuliner, hingga hiburan malam di tepian Sungai Mahakam.
“Kita ingin wisatawan betah lebih lama karena destinasi di Samarinda saling terhubung dan punya karakter masing-masing,” katanya.
Selain kedua kawasan tersebut, Pemkot juga memperkuat destinasi lama seperti Desa Budaya Pampang, Kampung Tenun, dan Kampung Ketupat. Setiap tahun, Desa Budaya Pampang menggelar Festival Dayak Kenyah, yang tahun depan ditargetkan naik kelas menjadi event bertaraf internasional.
Diana menegaskan, pengembangan pariwisata tidak dapat berjalan tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, Disporapar terus melakukan pendampingan dan pelatihan storytelling bagi pelaku wisata agar lebih siap menjadi pemandu profesional.
“Keramahan dan kebanggaan terhadap budaya lokal adalah modal utama kita untuk menarik wisatawan,” ujarnya.
Dengan hadirnya Kampung Nasi Kuning dan Kampung Pecinaan, Pemkot Samarinda berharap dapat memperkuat citra kota sebagai Kota Peradaban yang beragam, inklusif, dan berdaya saing dalam pariwisata nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....