Masata Bontang Dorong Peningkatan SDM Pariwisata Melalui KolaboraSinergi

  • 05 Nov 2025 16:58 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Upaya mengembangkan potensi wisata industri di Kota Bontang terus dilakukan melalui berbagai langkah nyata. Salah satunya adalah program pelatihan Training Sapta Pesona yang akan menyasar pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan profesi caddy atau pendamping pemain golf. Kegiatan ini merupakan hasil KolaboraSinergi antara Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Kota Bontang dan Badak LNG, yang direncanakan berlangsung pada 16–17 November mendatang.

Ketua DPC MASATA Kota Bontang, Eko Satrya, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi konsep Wisata Industri berbasis pentahelix, melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media. Konsep ini tidak hanya bertujuan membangun sinergi lintas sektor, tetapi juga memperkuat peran masyarakat dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sekitar kawasan industri.

Sebelumnya, MASATA bersama Badak LNG dan Pupuk Kaltim telah melaksanakan pelatihan Service Excellence bagi pengemudi transportasi darat. Kini, program serupa dikembangkan untuk sektor jasa pendukung lainnya, termasuk pelaku UMKM dan profesi caddy. Menurut Eko, kedua sektor ini memegang peran penting dalam menunjang kegiatan industri, khususnya di bidang kuliner, olahraga, dan rekreasi.

“Pelatihan ini menjadi bagian penting dari strategi peningkatan kualitas layanan, loyalitas pelanggan, serta memperkuat edukasi penerapan nilai-nilai Sapta Pesona di lingkungan masyarakat dan kawasan industri,” ucap Eko. Ia menambahkan, kegiatan ini akan diikuti sekitar 90 peserta dari lingkungan kawasan industri Badak LNG, yang selama ini menjadi pusat kegiatan ekonomi dan wisata industri di Bontang.

Lebih lanjut, Eko menekankan bahwa penguatan sektor jasa pendukung industri harus berjalan beriringan dengan pengembangan industri utama. Sektor seperti kuliner, rekreasi, olahraga, hingga layanan kebersihan dan keamanan merupakan elemen vital yang turut menentukan citra dan kenyamanan kawasan industri sebagai destinasi edukatif.

Dalam pelatihan ini, peserta akan dibekali pemahaman mengenai prinsip Sapta Pesona, yaitu Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan, yang menjadi dasar dalam mewujudkan lingkungan wisata yang nyaman dan berdaya saing. Nilai-nilai tersebut, kata Eko, sejatinya telah menjadi bagian dari budaya kerja di kawasan industri, namun perlu diperluas hingga ke komunitas dan pelaku usaha pendukungnya.

Selain pelatihan, program ini juga mencakup tahapan pendampingan pasca-kegiatan yang berorientasi pada sertifikasi kompetensi. Melalui pendampingan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memahami teori pelayanan unggul, tetapi juga mampu menerapkannya secara profesional di lapangan. “Tujuan akhirnya adalah mencetak SDM yang memiliki kualitas, kapasitas, dan daya saing tinggi,” ujar Eko.

MASATA Bontang menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor penggerak Community Based Tourism di daerah. Dengan dukungan perusahaan industri seperti Badak LNG dan Pupuk Kaltim, konsep wisata industri diharapkan mampu memberikan nilai tambah tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga masyarakat sekitar melalui peningkatan keterampilan dan kesejahteraan ekonomi.

Melalui KolaboraSinergi ini, Bontang diharapkan semakin dikenal sebagai kota yang harmonis antara industri, pendidikan, dan pariwisata. “Wisata industri bukan sekadar kunjungan ke pabrik atau fasilitas produksi, tetapi juga perjalanan edukatif yang mengajarkan nilai pelayanan, profesionalisme, dan kebersamaan. Inilah semangat yang ingin terus kami kembangkan,” ucap Eko Satrya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....