Ahli Mangrove Unair Teliti Monyet Belanda Teluk Balikpapan

  • 18 Sep 2025 08:46 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Komunitas Marine Live Volunteer (MLV) yang dipimpin oleh pengawas perikanan DKP3 Balikpapan, Hery Seputro, melakukan kegiatan pendampingan riset di kawasan pesisir Teluk Balikpapan. Kali ini, MLV mendampingi Dr. Moch. Affandi, dosen Universitas Airlangga (Unair) yang juga pakar mangrove, dalam penelitian keanekaragaman hayati dan kondisi ekosistem mangrove di Mangrove Center Graha Indah, Balikpapan Utara, serta kawasan Desa Penyangga Mangrove Lestari (DPML) Teritip, Balikpapan Timur, Minggu (14/9/2025).

Salah satu fokus kegiatan adalah memantau keberadaan monyet belanda (Nasalis larvatus) atau proboscis monkey, satwa endemik Kalimantan yang menjadikan hutan mangrove di Teluk Balikpapan sebagai habitat alaminya.

“Teluk Balikpapan, terutama di kawasan Sungai Somber dan Mangrove Center Graha Indah, masih menjadi salah satu habitat penting monyet belanda. Kegiatan ini bagian dari upaya dokumentasi sekaligus edukasi tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai rumah bagi satwa langka tersebut,” ujar Hery Seputro.

Dalam kegiatan ini, MLV juga melibatkan relawan muda, termasuk Hery Ryazhna Kamila Seputro dan Ryazhna Kamila Seputro, untuk terjun langsung mengenal lebih dekat pentingnya fungsi mangrove. Selain sebagai benteng alami dari abrasi, hutan mangrove juga menjadi tempat hidup berbagai biota laut seperti kepiting bakau, ikan, hingga udang yang menopang mata pencaharian masyarakat pesisir.

Menurut Dr. Moch. Affandi, kondisi mangrove di Balikpapan masih relatif baik, namun tekanan dari aktivitas industri dan alih fungsi lahan terus menjadi ancaman serius. Karena itu, kegiatan riset, edukasi, dan pendampingan masyarakat harus terus diperkuat.

Melalui kegiatan ini, MLV berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan akademisi, pemerintah, dan masyarakat lokal untuk menjaga keberlanjutan mangrove di Balikpapan. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa melestarikan mangrove bukan hanya soal menjaga satwa langka, tetapi juga menjaga masa depan perikanan dan ketahanan lingkungan,” ucap Hery.

Kegiatan riset dan edukasi ini diakhiri dengan dialog bersama warga pesisir mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove, agar Teluk Balikpapan tetap menjadi rumah aman bagi monyet belanda sekaligus pusat kehidupan biota laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....