Sultan Hill Dinilai Ketua Paralayang Indonesia Cukup Bagus
- 12 Agt 2025 16:15 WIB
- Samarinda
KBRN, Paser: Venue cabang olahraga paralayang yang terletak di Sultan Hill, Desa Lempesu, Kecamatan Pasir Blengkong, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), mendapat perhatian dari peserta kejurnas, khususnya dari Ketua Pengurus Paralayang Indonesia.
Perhatian tersebut karena Sultan Hill masuk menjadi venue paralayang bertaraf nasional, dan telah sukses menggelar kejurnas junior perdanaanya beberapa waktu lalu untuk seri kedua.
Seperti yang dikatakan Ketua Paralayang Indonesia, Asgaf Ahmad Umar, bahwa dari segala aspek cukup memenuhi standar nasional, dari tempat terbang hingga mendarat. Bahkan angin yang lembut jauh dari permukaan laut, membuat para atlet merasa aman dan nyaman saat mengudara.
Selai itu, Sultan Hill ini akan sangat lebih bagus lagi jika dikembangkan menjadi destinasi wisata, sekaligus bagi para pecinta olahraga paralayang.
"Secara syarat, ini sangat memenuhi syarat untuk terbang. Orang tidak hanya bisa terbang dan landing, tapi bisa juga membumbung disekitar take off. Dengan kondisi angin, dengan kontur seperti ini, maka tempat ini menurut saya sebagai Ketua Komite, ini sangat layak untuk sebuah event atau pengembangan wisata aero sport dan pengembangan wisata dirgantara," ujar Ketua Paralayang Indonesia, Asgaf.
Jika tempat ini baginya dapat dikembangkan dengan baik, maka pengelola harus melibatkan pengurus cabor, agar benar-benar sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
"Sehingga saya berharap tempat ini betul-betul dikembangkan dengan benar. Dan saya juga sudah berkoordinasi, berkomunikasi dengan pemilik bawha, hal-hal teknis terkait pengembangan take off ini harus melibatkan atau berkomunikasi dengan kami, dalam hal ini mungkin Pengcab, Pengprov maupun dari FASI Pusat," ucapnya.
Lebih lanjut, Asgaf menerangkan, untuk tempat landing di area Bukit Hill sendiri sudah sesuai standar nasional. Namun jika ingin menjadi tuan rumah kejuaraan tingkat internasional, maka luasannya harus lebih dua kali dari yang ada, serta ditumbuhi rerumputan agar menjaga kualitas dari parasut atlet paralayang.
"Kemudian untuk pendaratannya ini, kalau kita mau laksanakan kejuaraan lokal seperti ini ya standar. Tapi kalau mau event skala internasional, minimal luasnya dua kali ini. Juga lebih baik rumput, agar bisa menyelamatkan parasut, kalau tanah saja maka parasutnya bisa rusak," katanya.
Selain itu, Ia juga menyoroti beberapa kekurangan yang ada di Sultan Hill, yakni belum adanya saluran air, juga sarana prasarana pendukung lainnya, serta keamanan pengunjung.
Dirinya menilai, jika tempat tersebut dapat dikembangkan lebih baik, maka Ia yakin tempat ini dapat menjadi venue yang layak dikunjungi, bahkan untuk para turis.
"Yang kurang, untuk diatas ini sementara belum ada air yang permanen dan masih diangkut. Kemudian belum ada infrastruktur lainnya. Kedepan, saya yakin dengan semangat teman-teman disini, saya berharap ini akan lebih bagus dan bisa mendukung aktifitas wisata dirgantara disekitar Kalimantan Timur," ujarnya Asgaf.
Apalagi jika ada penginapan, caffe, ressort dan fasilitas lain, Asgaf meyakini Sultan Hill yang ada di Paser ini dapat lebih maju dan menarik wisatawan mancanegara.
Ia menyebut patokan yang bagus, secara pribadi dari pantauannya di daerah Palu, Sulawesi Tengah, yang sudah bagus dan bertaraf internasional bagi para pecinta paralayang sekaligus wisatanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....