Tanjung Limau Menuju Destinasi Wisata Pesisir Unggulan Bontang
- 02 Agt 2025 18:49 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Kampung Tanjung Limau yang terletak di wilayah pesisir Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, tengah bersiap menjalani transformasi kawasan berbasis potensi lokal. Kawasan ini menjadi fokus pengembangan dalam program “Berbenah” Pemerintah Kota Bontang, yang mengusung misi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penataan kawasan wisata yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Kota Bontang, Eko Satrya, menyebutkan bahwa Tanjung Limau memiliki potensi khas sebagai sentra perikanan yang layak dikembangkan menjadi objek daya tarik wisata (ODTW). Potensi ini tidak hanya mencakup kekayaan hasil laut, tetapi juga pengalaman edukatif, sajian kuliner segar, dan nuansa rekreasi keluarga yang kuat.
“Kami menyambut baik inisiatif dari Kepala DKP3 Kota Bontang dalam menggagas penataan dan pengembangan kawasan PPI/TPI Tanjung Limau. Ini sangat sejalan dengan semangat ‘Berbenah’ untuk menjadikan Tanjung Limau bukan hanya sebagai pusat ikan, tetapi juga sebagai destinasi wisata pesisir unggulan,” kata Eko Satrya, Jumat (1/8/2025).
Sebagai langkah awal, MASATA bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) melakukan observasi langsung ke area Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau. Kegiatan ini bertujuan menggali dan mengemas potensi kawasan agar dapat dikembangkan menjadi produk wisata yang menarik, edukatif, dan bernilai ekonomi tinggi.
Menurut Eko, dalam kerangka sub-program Wisata Pesisir Kawasan Industri yang berada di bawah payung Program Wisata Industri MASATA, kawasan Tanjung Limau akan dikembangkan menjadi ruang wisata yang menyuguhkan perpaduan antara keindahan laut dan aktivitas harian nelayan.
“Pengunjung nantinya dapat menyaksikan secara langsung proses bongkar hasil laut, berbelanja ikan segar, hingga menikmati olahan laut langsung di atas kapal yang bersandar. Ini akan menjadi pengalaman wisata yang otentik dan bernilai tambah tinggi,” katanya.
MASATA berkomitmen melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk warga Kampung Tanjung Limau, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta lembaga kemasyarakatan. Pelibatan masyarakat lokal dinilai menjadi kunci keberhasilan program, sekaligus menciptakan rasa memiliki terhadap kawasan.
Eko Satrya menambahkan bahwa dalam waktu dekat MASATA dan DKP3 akan menyusun rancangan penataan kawasan PPI/TPI Tanjung Limau. Tujuannya agar kawasan tersebut tidak hanya menjadi pusat ekonomi perikanan, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata yang hidup, menarik, dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan langkah strategis ini, Kampung Tanjung Limau berpotensi tumbuh sebagai model pengembangan wisata pesisir berbasis komunitas dan potensi lokal yang menyatu dengan aktivitas ekonomi kelautan dan perikanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....