Menteri LH Dorong Penyelamatan Pesut Mahakam Secara Kolaboratif

  • 03 Jul 2025 11:10 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Kutai Kartanegara: Kawasan Danau Mahakam di Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, menjadi titik perhatian nasional dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati. Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofi, menyebut kawasan ini sebagai habitat penting spesies langka pesut Mahakam (Orcaella brevirostris).

Pesut Mahakam kini hanya tersisa sekitar 62 ekor dan masuk dalam kategori kritis (critically endangered) menurut IUCN Red List. Keberadaannya terancam oleh aktivitas manusia, mulai dari penggunaan jaring ikan, setrum, limbah, hingga lalu lintas air yang padat di Sungai Mahakam dan anak sungainya.

“Sekitar 67 persen kematian pesut disebabkan aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan,” ujar Hanif dalam sambutannya, Kamis (3/7/2025). Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menyelamatkan spesies ini beserta habitatnya.

Kementerian LH saat ini memperkuat instrumen pengendalian pencemaran dan konservasi di area bernilai penting, termasuk kawasan Danau Mahakam. Hanif juga menyebut pentingnya mekanisme pendanaan yang mendukung pelestarian biota endemik.

Apresiasi diberikan kepada kementerian dan lembaga yang telah berkontribusi, termasuk KKP, Kementerian Desa, PU, ATR, Kehutanan, serta dukungan dari Universitas Mulawarman dan Yayasan Konservasi RASI yang aktif di lapangan.

Hanif juga mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim agar mengintegrasikan upaya ini ke dalam kerangka kerja bersama. “Penanganan limbah, lalu lintas ramah lingkungan, serta penegakan hukum harus menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.

Menteri LH menutup sambutannya dengan mendukung penetapan Desa Pela sebagai desa konservasi dan wisata edukatif. “Mari jadikan momentum ini untuk memperkuat kolaborasi menyelamatkan pesut Mahakam,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....