Festival Dayak Kenyah Siap Menuju Kancah Internasional
- 20 Jun 2025 03:21 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda : Festival Budaya Dayak Kenyah di Desa Budaya Pampang, Samarinda, akan naik kelas menjadi festival bertaraf internasional mulai tahun 2026. Kepastian ini diumumkan langsung oleh Wali Kota Samarinda, Dr. Andi Harun, saat membuka festival di Lamin Pemung Tawai pada Kamis (19/6/2025).
Wali Kota menegaskan bahwa transformasi ini telah menjadi keputusan resmi yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota. Artinya, festival tersebut kini menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Samarinda, dengan jaminan dukungan anggaran dan fasilitasi penuh ke depannya.
“Festival ini tidak lagi hanya milik masyarakat Dayak Kenyah, tetapi telah menjadi kebanggaan Samarinda, Kalimantan Timur, bahkan Indonesia. Tahun depan, kita buka lembaran baru ‘Festival Dayak Kenyah Pampang bertaraf internasional,” ujar Andi Harun
Sebagai bagian dari Forum Wali Kota Global, Andi Harun juga berencana mengundang tamu-tamu dari negara sahabat dan kepala daerah se-Indonesia, termasuk Presiden, Wakil Presiden, atau jajaran menteri. Untuk mewujudkan hal ini, Wali Kota menginstruksikan untuk melibatkan event organizer (EO) profesional memastikan festival terselenggara dengan standar kelas dunia, Festival ini nantinya tidak hanya terpusat di Pampang, tetapi juga akan meluas ke lokasi lain seperti GOR Segiri, Teras Samarinda, dan kawasan Seberang.
“Kita siapkan festival ini dengan kelas dunia. Lokasinya tidak hanya di Pampang, tapi juga akan diperluas ke berbagai titik seperti GOR Segiri, Teras Samarinda, hingga kawasan Seberang.Kita datangkan event organizer terbaik, dan kita kemas menjadi etalase budaya yang benar-benar memikat dunia.,” tambahnya.
Selain itu, dalam arahannya Wali Kota juga memerintahkan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) bekerja sama dengan Dewan Adat Dayak (DAD) untuk menyusun rencana kerja detail. Pembenahan lingkungan, pengecatan rumah warga, dan penguatan kelembagaan adat, serta berbagai atraksi budaya untuk direvitalisasi. Salah satu atraksi utama yang disiapkan adalah "alu gadang" tradisi perahu terbang khas Dayak yang rencananya diperbesar hingga ratusan meter.
“Kalau perlu, alu gadangnya 100 atau 200 meter, silakan. Soal anggaran, pemerintah siap. Yang penting perencanaannya matang dan bisa menjadi ikon budaya yang megah dan membanggakan,” ucapnya.
Wali Kota juga menekankan pentingnya menjaga akar budaya dan identitas lokal. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para tetua adat dan masyarakat Dayak Kenyah yang terus konsisten merawat budaya leluhur, bahkan saat zaman terus berubah. Langkah ini menandai babak baru dalam perjalanan Festival budaya Pampang, sekaligus menjadi peluang bagi Kota Samarinda untuk dapat menunjukkan jati dirinya sebagai kota budaya yang layak diperhitungkan secara global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....