Kaltim dan Pesona Wisata Hutannya
- 26 Jan 2026 08:50 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Provinsi Kalimantan Timur dikenal memiliki potensi pariwisata alam yang sangat besar. Lanskap hutannya yang luas dan masih terjaga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Keasrian lingkungan ini tidak hanya menjadi ikon Kalimantan, tetapi juga menjadi modal utama dalam pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan.
Dosen sekaligus peneliti di bidang pariwisata, I Wayan Lanang Nala, M. Par, menjelaskan bahwa kekayaan alam Kalimantan Timur tidak dapat dipisahkan dari keberadaan hutan serta ekosistem yang menyertainya. Menurutnya, potensi terbesar Kalimantan justru terletak pada ruang-ruang alami yang masih terpelihara dengan baik. “Kalimantan Timur sendiri banyak potensinya. Pertama itu hutan Kalimantan dengan ekosistemnya, kalau kita bicara hutan yang masih ideal ya,” ujarnya. Senin 26 Januari 2026.
Pak Lanang menambahkan bahwa masih terdapat kelompok masyarakat yang kehidupannya sangat erat dengan ekosistem hutan. Pola hidup yang diwariskan turun-temurun ini membentuk budaya yang saling bergantung dengan kondisi alam sekitar. “Masih banyak ada satuan masyarakat yang cara hidupnya itu berkaitan dengan ekosistem hutan. Mereka masih melakukan budaya terkait keberadaan hutan,” ucapnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa hutan memiliki pembagian fungsi yang berbeda-beda. Ada kawasan yang diperuntukkan bagi konservasi, ada yang dialokasikan untuk kegiatan budidaya, dan ada pula yang menjadi ruang hidup masyarakat setempat. Pembagian ini menunjukkan bahwa keberadaan hutan tidak hanya penting dari sisi ekologis, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. “Hutan itu ada tingkatannya,” ujarnya.
Dari sudut pandang pariwisata, keragaman fungsi hutan ini membuka peluang besar bagi pengembangan destinasi alam yang edukatif dan berkelanjutan. Wisata berbasis alam seperti trekking, riset flora-fauna, hingga wisata budaya dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin memahami lebih dalam hubungan antara manusia dan lingkungan di Kalimantan Timur.
Pak Lanang juga menyoroti fenomena wisata di kalangan anak muda. Menurutnya, sebagian besar generasi muda belum sepenuhnya memahami bagaimana ekosistem pariwisata bekerja secara menyeluruh. Banyak yang masih melihat wisata sebagai aktivitas mencari keramaian atau sekadar bersenang-senang.
Meski begitu, ia mengakui bahwa ada pula kelompok anak muda yang justru mencari tempat sepi untuk berwisata. Pilihan destinasi yang tenang dinilai menjadi cara melepas penat dari rutinitas sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa preferensi wisata semakin beragam dan menjadi peluang bagi pengembangan destinasi yang lebih personal, tenang, dan bernuansa alam.
Dengan kekayaan hutan dan ekosistem yang dimiliki, Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga pengalaman berwisata yang sarat makna. Kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah menjadi kunci untuk memastikan pengembangan pariwisata tetap berjalan secara berkelanjutan dan mampu menjaga kearifan lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....