Mekanisme Verifikasi dan Validasi Data SINAS

  • 19 Jan 2026 10:27 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Akurasi data menjadi kunci utama dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan industri. Tanpa data yang valid dan terverifikasi, kebijakan berisiko tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, Sistem Informasi Industri Nasional (SINAS) dirancang dengan mekanisme verifikasi dan validasi yang terpusat guna memastikan kualitas data industri yang dihimpun dari seluruh Indonesia, termasuk Kalimantan Timur.

Pembina Industri Ahli Muda Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Kalimantan Timur, Agus Wardana, menjelaskan bahwa proses verifikasi data SINAS tidak dilakukan di tingkat daerah. “Untuk verifikasi dan validasi data yang diinput pelaku usaha di SINAS, itu langsung dilakukan oleh Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian,” ucap Agus dalam Dialog Ekonomi Digital RRI Samarinda.

Ia menegaskan peran pemerintah daerah lebih difokuskan pada pendampingan dan pembinaan pelaku usaha. Pemerintah daerah tidak mengubah maupun mengesahkan data, melainkan memastikan pelaku industri memahami cara pengisian data yang benar. “Kami di daerah hanya mendorong dan menghimbau agar pelaku usaha mengisi data secara baik dan benar,” ujar Agus.

Baca juga: SINAS Jadi Fondasi Kebijakan Industri Daerah di Kaltim

Menurut Agus, keakuratan data sangat bergantung pada kedisiplinan dan pemahaman pelaku industri saat melakukan pelaporan. Oleh sebab itu, pemerintah daerah secara aktif melakukan fasilitasi teknis. “Kami beberapa kali memberikan bimbingan langsung kepada pelaku usaha yang mengalami kesulitan saat mengisi laporan di SINAS,” katanya.

Pendampingan tersebut dilakukan oleh tim kerja SINAS yang terdiri dari pejabat fungsional dan tenaga teknis bidang industri. Mereka membantu pelaku usaha memahami jenis data yang harus diinput, mulai dari data produksi, tenaga kerja, investasi, hingga bahan baku dan penolong. Dengan pendampingan ini, kesalahan pengisian data dapat diminimalkan.

Agus juga menjelaskan bahwa setiap pelaku usaha memiliki akun masing-masing yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab penuh atas data yang dimasukkan. “Data itu diinput langsung oleh pelaku usaha di akun mereka sendiri, sehingga kejujuran dan ketelitian menjadi hal yang sangat penting,” ucap Agus menambahkan.

Baca juga: Peran SINAS dalam Penguatan Data Industri Kalimantan Timur

Mekanisme verifikasi terpusat di Kementerian Perindustrian dinilai mampu menjaga standar nasional data industri. Validasi dilakukan dengan membandingkan konsistensi data, kelengkapan laporan, serta kesesuaian dengan parameter industri yang telah ditetapkan. Proses ini memastikan bahwa data yang digunakan pemerintah benar-benar layak dijadikan dasar kebijakan.

Dari sisi pemerintah daerah, data hasil verifikasi SINAS menjadi rujukan dalam menyusun program pembinaan industri. “Ketika datanya sudah valid, pemerintah daerah lebih percaya diri dalam menyusun pelatihan, fasilitasi pameran, hingga kebijakan pengembangan industri,” ujar Agus.

Dengan sistem verifikasi dan validasi yang terstruktur, SINAS tidak hanya berfungsi sebagai wadah pelaporan, tetapi juga sebagai instrumen pengendali kualitas data industri nasional. Ke depan, pemerintah berharap semakin banyak pelaku industri yang aktif dan tertib melaporkan data, sehingga pembangunan industri daerah dapat berjalan lebih terarah, transparan, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....